Suara.com - Politikus senior Partai Golkar Indra Bambang Utoyo menilai belum ada partai di Indonesia yang benar-benar modern sepenuhnya, karena masih terjadi konflik-konflik di lingkup internal.
"Menurut saya belum ada partai yang modern sepenuhnya. Konflik di internal yang tidak mengedepankan musyawarah itu contoh partai belum modern sepenuhnya," ujar Bambang seperti dikutip dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan di dalam partai modern tidak pernah ada pemecatan kader tanpa melalui musyawarah dan tidak ada sentralisasi kekuatan oleh satu individu tertentu.
Selain itu, di dalam partai yang modern, dukungan partai terhadap seorang kader yang akan maju sebagai calon kepala daerah atau legislatif diukur dari kapabilitas dan kompetensi, bukan secara transaksional.
"Maka menurut saya ini saatnya seluruh partai introspeksi diri, termasuk Golkar," kata dia.
Bambang yang juga merupakan bakal calon Ketua Umum Golkar menyatakan keinginannya agar Golkar dapat menjadi partai modern seutuhnya.
Hal itu menruut dia harus ditempuh dengan cara demokratis sejak awal, tanpa ikut-ikutan melakukan politik uang. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Bantah Tukar Guling dengan Thomas, Purbaya Jelaskan Tugas Wamenkeu Juda Agung
-
Kisah Pilu Anak NTT yang Bunuh Diri, Mi'ing Bagito Blak-blakan Sentil Koruptor
-
Jika BPJS Mati Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien Darurat, Ini Penjelasan Mensos!
-
OTT Pejabat Pajak, KPK Sebut Kemenkeu Perlu Perbaiki Sistem Perpajakan
-
KPK Ungkap Kepala KP Pajak Banjarmasin Mulyono Rangkap Jabatan Jadi Komisaris Sejumlah Perusahaan
-
Roy Suryo Cs Desak Polda Metro Bongkar Bukti Ijazah Palsu Jokowi, Kombes Budi: Dibuka di Persidangan
-
JPO Sarinah Segera Dibuka Akhir Februari 2026, Akses ke Halte Jadi Lebih Mudah!
-
Pasien Kronis Terancam Buntut Masalah PBI BPJS, DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah Oleh Prosedur
-
Penampakan Uang Rp1,5 M Terbungkus Kardus yang Disita KPK dari OTT KPP Madya Banjarmasin