Suara.com - PT Pos Indonesia saat ini tengah fokus menggarap program pelayanan pembayaran pajak kendaraan. Ini sebagai upaya semakin meningkatkan pendapatan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
Kepala Regional X PT Pos Indonesia, Rahmat Eka Haryanto mengatakan untuk daerah pertama yang tengah dalam proses realisasi program itu fokus dilaksanakan di Surabaya, Jawa Timur.
"Untuk daerah pertama soal program ini kita laksanakan di Surabaya. Pengalihan pembayaran pajak kendaraan dari Samsat ke kantor pos memang butuh proses panjang sehingga kita lakukan secara bertahap," jelasnya di Makassar, Jumat (15/4/2016).
Untuk Kota Surabaya memang sudah dalam proses. PT POS Indonesia juga menyasar Kota Ambon sebagai lokasi kedua jika proses di Surabaya telah berjalan.
Sementara untuk Sulawesi atau Sulsel pada khususnya, dirinya mengakui memang belum ada rencana karena masih akan melihat progres dari lokasi yang lebih dulu ditetapkan. Artinya jika sudah diterapkan di daerah itu maka selanjutnya mengalihkan ke daerah lain termasuk Sulsel.
Program ini memang dilakukan secara bertahap. Apalagi proses pengalihan selama ini dari samsat ke Kantor Pos Indonesia, memang tidak mudah. Banyak hal yang akan dilalui dan melibatkan banyak pihak agar bisa terealisasi termasuk prosedurnya juga perlu disesuaikan.
Soal kapan program ini bisa diberlakukan, dirinya mengaku masih akan melihat perkembangan dari Surabaya, Jawa Timur. Sebab koat Pahlawan itu memang menjadi fokus utama atau yang pertama sebagai daerah percontohan penerapan pembayaran pajak STNK ke pos Indonesia.
Jika bisa dilakukan di Surabaya, kata dia, maka selanjutnya akan dilaksanakan di Ambon Maluku yang menjadi wilayah regional X bersama Sulawesi.
"Setelah dari Surabaya, kita akan lanjutkan ke Ambon. Saya kira jika Ambon bisa maka tentunya kita harapkan bisa juga diterapkan di daerah lain termasuk Sulsel," ujarnya.
Program menggarap pembayaran STNK ini memang menjadi salah satu program baru yang dilakukan pihaknya dalam merealisasikan target pertumbuhan pendapatan pada hingga Rp10 triliun anaik naik dua kali lipat dibandingkan pemasukan 2015 yang mencapai Rp5 triliun.
"Kami tentunya tetap berharap pada pendapatan sebelumnya seperti pengiriman paket dan sebagainya. Namun kita juga siap melakukan kerjasama baru agar target kita untuk nasional itu bisa mencapai Rp10 triliun," ujarnya.
Dari Rp10 triliun target nasional itu, kata dia, hingga tiga bulan ini mulai Januari hingga maret 2016 telah mencapai angka Rp1,3 triliun. Artinya memang masih kurang sekitar Rp1,2 triliun dari sekitar 25 persen pendapatan selama tiga bulan atau Rp2,5 trilun. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan