Suara.com - Pasangan ganda putri Indonesia, Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii, berhasil melaju ke final ajang bulutangkis Singapura Terbuka. Dalam pertandingan semifinal yang digelar Sabtu (16/4/2016) sore, mereka sukses mengalahkan pasangan Korea Selatan.
Nitya/Greysia yang merupakan unggulan ke-2 di turnamen ini, menaklukkan Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan dengan skor 21-18 dan 21-13. Mereka menuntaskan perlawanan unggulan ke-3 tersebut dalam waktu 42 menit.
Sayangnya, dalam pertandingan yang digelar lebih awal, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, justru harus terhenti di semifinal. Berhadapan dengan Ko Sung Hyun/Kim Ha Na yang juga berasal dari Korsel, Tontowi/Liliyana menyerah dengan skor 14-21 dan 16-21, dalam waktu 34 menit.
Di final besok, sebagaimana catatan laman Tournament Software BWF, Nitya/Greysia akan berhadapan dengan Misaki Matsumoto/Ayaka Takahashi. Dalam pertandingan semifinal yang digelar lebih awal hari ini, unggulan teratas asal Jepang itu sukses mengalahkan pasangan Cina, Tian Qing/Zhao Yunlei, dengan skor 21-17, 20-22 dan 21-16.
Indonesia sendiri masih memiliki satu orang wakil lagi di semifinal hari ini, yaitu tunggal putra Sony Dwi Kuncoro, yang berhadapan dengan unggulan kedua asal Cina, Lin Dan. Hingga tulisan ini dibuat, pertandingan mereka belum digelar. [BWF]
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar
-
Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo
-
AS Langgar Gencatan Senjata, Militer Iran Panaskan Mesin Siap untuk Perang Lagi
-
Teka-teki Sisa Tiner di Balik Kebakaran Maut Rumah Anggota BPK Haerul Saleh
-
Perang AS-Israel vs Iran Guncang ASEAN, Presiden Filipina Desak Negara Asia Tenggara Bersatu
-
Argentina Darurat Wabah Hantavirus, Puluhan Orang Terjangkit
-
Rektor UI Tegaskan Kampus Tak Boleh Asal Jalankan Program Makan Bergizi Gratis
-
9 Fakta Maut Erupsi Gunung Dukono: Pendakian Terlarang Berujung Tragedi