Suara.com - Anggota MPR RI dari Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsyi menyarankan sebaiknya para tokoh publik, termasuk artis, dapat terlibat mengikuti penataran Pancasila.
Sebab, para artis tersebut memiliki kesempatan yang lebih banyak bertemu dengan masyarakat. Sehingga, dapat melahirkan acara yang edukatif bermuatan nilai-nilai Pancasila.
“Jadi, muatan acara yang mereka bawakan akan lebih edukatif, tentunya ini akan sangat bermanfaat untuk masyarakat,” kata Aboe saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pancasila di Aula Bappeda, Balangan, Kalimantan Selatan, dalam pernyataan tertulis, Senin (18/4/2016).
Oleh karena, dengan adanya keterlibatan dalam penataran atau kuliah umum tentang Pancasila ini, diharapkan para artis tersebut tidak menjadikan Pancasila sebagai materi candaan, apalagi cenderung ke pelecehan.
“Agar lebih mendalami, mereka bisa ikut sosialisasi, penataran, kuliah umum, atau apapun yang intinya peningkatan pemahaman tentang Pancasila. Sehingga nantinya tidak sekedar hafal, namun juga memahami fungsi pentingnya untuk NKRI,” kata legislator PKS dari dapil Kalimantan Selatan.
Dengan demikian, Ketua Kelompok Komisi III Fraksi PKS DPR RI ini mengaku siap jika suatu saat diminta paguyuban artis untuk bekerjasama menyosialisasikan Pancasila dalam acara yang lebih menarik untuk mengundang banyak masyarakat.
“Tinggal koordinasi saja, baik kepada fraksi atau anggotanya,” kata Aboe.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai
-
Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia
-
Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni
-
Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun
-
Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu
-
Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!
-
Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun
-
Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998
-
Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen
-
Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara