- Seorang lansia berinisial AT ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Pinang Ranti, Jakarta Timur, Rabu pagi.
- Warga menemukan jenazah korban di ruang tamu setelah mencium aroma tidak sedap dari dalam rumah tersebut.
- Hasil pemeriksaan awal kepolisian tidak menemukan tanda kekerasan sehingga jenazah dibawa ke RS Polri untuk visum.
Suara.com - Seorang pria lanjut usia (lansia) berinisial AT (63) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Jalan Niin No. 2 RT 12/RW 01, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2026) pagi.
"Polsek Makasar bersama Tim Inafis dan Dokkes Polres Metro Jakarta Timur melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) penemuan seorang pria meninggal dunia di kediamannya di Jalan Niin No. 2 RT 12/RW 01, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur," kata Kapolsek Makasar Kompol Sumardi saat dikonfirmasi.
Korban diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut. Penemuan mayat bermula ketika warga sekitar merasa curiga karena mencium aroma tidak sedap yang berasal dari rumah korban sejak pagi hari.
"Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di ruang tamu rumahnya setelah warga sekitar mencium bau menyengat dari arah rumah korban," ujar Sumardi.
Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Ketua RT setempat. Bersama pengurus lingkungan, warga melakukan pengecekan ke dalam rumah korban untuk memastikan kondisi penghuni rumah tersebut.
Saat dilakukan pemeriksaan, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di ruang tamu rumahnya sekitar pukul 08.30 WIB. Penemuan itu membuat warga sekitar geger.
Petugas Polsek Makasar yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi bersama anggota piket fungsi guna melakukan olah TKP dan mengamankan area sekitar rumah korban.
Tak lama kemudian, Tim Inafis dan Dokkes Polres Metro Jakarta Timur turut datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi korban maupun situasi di dalam rumah.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun kerusakan di dalam rumah yang mengarah pada dugaan tindak pidana.
Baca Juga: Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun kerusakan di dalam rumah," jelas Sumardi sebagaimana dilansir Antara.
Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan di lokasi selesai dilakukan, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Polri guna menjalani visum serta penanganan lebih lanjut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kematian korban.
Namun, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit, mengingat tidak ditemukan unsur kekerasan di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga sekitar karena korban diketahui hidup seorang diri dan jarang terlihat berinteraksi dalam beberapa hari terakhir sebelum ditemukan meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Indonesia Mulai Menua, BPS Catat Lansia Tembus 11,97 Persen
-
Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru
-
Tega! Wanita Tipu Lansia Rp1,8 Juta di Purwokerto, Modus Bantu Cari Kost
-
Lansia 71 Tahun Gagal Putar Balik, Honda HRV Tabrak Pejalan Kaki hingga Depot Air di Jakbar!
-
Kisah Haru Bunda Tiwi di Usia 53: Melahirkan Bayi Pertama Seberat 4,1 Kg
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!
-
Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur
-
Kejagung Mulai Selidiki Dugaan Pengurusan Perkara yang Menyeret Aspidum Kejati Sumsel
-
Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal
-
Pemilahan Sampah di Jakarta Dinilai Butuh Sistem Data yang Lebih Terbuka, Mengapa?
-
Jakarta Barat Dikepung Dua Proyek Besar, Arus Daan Mogot dan Latumenten Direkayasa
-
Anggota DPR Kecewa Menhub Absen Rapat Kecelakaan Maut: Yang Punya Gawe Kok Nggak Hadir?
-
Sita 2,3 Juta Hektare Lahan dan Rp10,2 Triliun, Jaksa Agung: Ini Bukan Sekadar Seremonial!
-
Bidan Tak Boleh Terima Titipan Bayi Jangka Waktu Lama, Pemkab Sleman Bakal Perketat Pengawasan
-
Jaksa Ungkap Surat Tuntutan Nadiem Makarim Setebal 1.597 Halaman