Suara.com - Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, Yane Ardian Bima Arya meminta pemerintah daerah (Pemda) memperkuat Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) serta meningkatkan pemberdayaan kelompok lansia. Upaya ini penting untuk mendukung ketahanan keluarga dan ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikan Yane dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat terkait pemberdayaan lansia, UP2K, pemenuhan kebutuhan pangan dan sandang, serta intervensi keluarga berisiko stunting guna menunjang ketahanan keluarga di PKK Agropark, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Selasa (12/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Yane mendorong penguatan pembinaan UP2K karena berkaitan langsung dengan ketahanan ekonomi keluarga. Menurutnya, pengembangan UP2K perlu didukung dengan keahlian bercerita mengenai produk yang dihasilkan. Dengan kemampuan itu diharapkan produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di era digital.
"Contoh, di Lampung ini budidaya pisang besar. Banyak dari pelaku UMKM, pelaku usaha itu membuat produk dari pisang, mau kripik atau pisangnya diapain. Jadi artinya produk kripik itu banyak banget, tapi yang laku adalah yang punya cerita di balik kripik pisang tersebut," katanya.
Yane juga memuji keberadaan PKK Agropark yang dinilai menjadi contoh baik pemberdayaan masyarakat oleh kader PKK. Agropark tersebut menjadi bukti bahwa PKK memiliki peran strategis dalam mendukung pemerintah membangun bangsa.
“PKK Agropark, namanya memang PKK, memang dikelola sama PKK ya, Masya Allah. Saya rasanya sudah cukup berkeliling ke seluruh Indonesia, memang lahan yang dikelola PKK sebesar ini baru ada di sini. Jadi ini memang luar biasa,” pujinya.
Selain penguatan UP2K, Yane menilai pemberdayaan lansia juga menjadi hal penting karena kelompok usia tersebut tetap perlu aktif dan produktif agar memiliki kualitas hidup yang baik. Karena itu, pemerintah bersama TP PKK menghadirkan program-program yang mampu menggerakkan dan memberdayakan lansia di tengah masyarakat.
“Siapa yang menggerakkan dan mengaktifkan para lansia selain keluarganya adalah pemerintah, melalui program-program yang ada di PKK. Jadi pemberdayaan lansia ini hal yang penting,” ujarnya.
Ia menjelaskan, daerah yang memiliki program prioritas pemberdayaan lansia umumnya mempunyai ketahanan ekonomi yang lebih baik. Berkaca dari sejumlah negara maju, lansia dapat diberdayakan melalui berbagai aktivitas produktif agar tetap aktif secara fisik maupun sosial.
“Kalau kita ke bandara, misalnya kita ke Singapura, di bandara-bandara itu nenek-nenek, kakek-kakek itu masih diberdayakan, masih bisa bekerja,” tambahnya.
Baca Juga: Ada Semangat dan Kehidupan Baru dari Balik Pintu Huntara
Di akhir paparannya, Yane mengingatkan bahwa PKK merupakan motor sosial yang besar dan menjadi organisasi khas Indonesia dengan jutaan kader di seluruh daerah. Menurutnya, 10 program pokok PKK telah mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari spiritual, sosial, emosional, hingga finansial,
“Jadi, ini apresiasi untuk kita semua dari kader PKK seluruh Indonesia, yang saat ini ada sekitar 6 juta lebih kader PKK,” tandasnya.***
Berita Terkait
-
Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara
-
Kunjungi Lampung Selatan, Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Apresiasi Komitmen Daerah Tangani Zero Dose
-
Wamendagri Bima Arya Minta Kepala Daerah Optimalkan Ketahanan Pangan dan Transisi Energi
-
Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Pantau Intervensi Imunisasi Zero Dose di Lampung
-
Wamendagri Wiyagus: Hadapi Tantangan Global, Pemda Harus Kolaborasi
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai
-
Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni
-
Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun
-
Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu
-
Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!
-
Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun
-
Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998
-
Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen
-
Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara
-
Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!