Suara.com - Program Kampung Deret yang dulu sempat digembar-gemborkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat masih dipimpin Gubernur Joko Widodo, kini sudah tak pernah terdengar. Namun setelah Jokowi naik menjadi Presiden RI dan digantikan oleh wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dari tahun 2014 program tersebut berhenti. Ahok pun berkomentar soal hal tersebut.
"Kita mau ada kampung deret sebenarnya, hanya ternyata setelah kita telusuri rata-rata kawasan kumuh di atas lahan orang, di atas lahan hijau, di atas lahan negara. Masa kami bikin kampung deret terus kami robohin," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (21/4/2016).
Mantan Bupati Belitung Timur ini berjanji apabila ada pemukiman kumuh yang benar tanahnya milik warga atau bukan berada di atas tanah negara, Ahok siap membangun kawasan tersebut lebih bagus dari Kampung Deret.
"Jadi kalau memang itu tanah kamu, saya mau bangunin lebih dari kampung deret. Kalau memang ada bukti, saya mau bangun apartemen buat kamu. Kasih sertifikat, lebih untung daripada kampung deret dong?" katanya.
Namun menurut Ahok, pemukiman liar yang ada saat ini hampir semua tidak memiliki sertifikat. Hal itu, kata Ahok, terlalu berisiko bagi Pemprov DKI apabila harus merapihkan rumah mereka.
"Jadi Jakarta itu sekarang masalahnya dudukin rumah orang, rumah orang itu ada di atas tanahnya orang, itu aja. Saya nggak pernah bilang stop kampung deret lho. Saya bilang masyarakat kalau mau kampung deret boleh, apartemen 1 1/2 kali boleh. Tapi tanah kamu," jelas Ahok.
Berita Terkait
-
Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres
-
Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Blak-blakan di Sidang, Ahok Cium Upaya 'Sembunyikan' Rugi Pengadaan LNG Pertamina ke Cucu Perusahaan
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur
-
Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!
-
Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang
-
Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara
-
Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!