Suara.com - KPK kembali memeriksa pihak Pemerintah Propinsi DKI Jakarta untuk mngusut kasus dugaan suap reklamasi Teluk Jakarta. Selasa (26/4/2016) hari ini KPK memeriksa tiga orang anak buah Ahok. Mereka sudah pernah diperiksa.
Mereka adalah Tuti Kusumawati selaku Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah DKI, Gamal Sinurat selaku Asistrn Daerah Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI, dan Feirully Irzal selaku Kepla Sub Budang Penataan Ruan Pertamanan dan Pemakaman Bapedda DKI. Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Mohamad Sanusi.
"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MSN," Kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha di Gedung KPK Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (26/4/2016).
Baik Tuti dan Gamal, pemeriksaan kali ini merupakan untuk ketiga kalinya menjadi saksi dalam kasus tersebut. Pada pemeriksaan sebelumnya, baik Tuti maupun Gamal selalu mengatakan bahwa pemeriksaannya oleh Penyidik KPK untuk menggali keterangan terkait pembahasan Raperda Zonasi.
Keduanya juga menjelaskan, bahwa pihaknya selalu mempertahankan angka 15 persen sebagai nilai tambahan dari Nilai Jual Objek Pajak. Tuti sendiri sudah memenuhi panggilan KPK. Dirinya sudah tiba di Gedung KPK, namun tidak mau memberikan komentar sedikitpun terkait pemeriksaannya pada hari ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan