Suara.com - Kelihaian berargumentasi yang dimiliki anggota dewan Fraksi PKS kali ini tidak muncul saat menghadapi pertanyaan kritis dari para pelajar SMA IT Al-Kahfi, Bogor, Jawa Barat, yang melakukan kunjungan ke DPR RI, Selasa (26/4/2016).
Wakil Ketua Komisi X Fikri Faqih, misalnya, kewalahan untuk menjawab pertanyaan dari siswi Marsha Novanda Fahirza tentang bagaimana jika ada anggota dewan yang menggunakan uang saat berkompetisi di pemilihan legislatif.
"Saya cukup bingung, gimana menjawab pertanyaan dik Marsha ini. Memang setahu saya, ada yang menggunakan uang. Tapi, pengalaman saya maju dulu di DPR, justru saya malah banyak dibantu oleh orang untuk mengumpulkan suara," kata Fikri.
Mantan Ketua Umum DPW PKS Jawa Tengah mengaku cukup beruntung untuk bertarung di pileg 2014. Sebab, dia diuntungkan dengan adanya kampanye dini saat menjadi bupati Tegal sebelum pileg di tahun 2013.
"Alhamdulillah, meskipun kalah di pilkada bupati Tegal, tapi spanduk saya masih bertebaran dimana-mana. Jadi, warga setidaknya masih ingat nama saya," kata Fikri.
Lain halnya, dengan pertanyaan dari Ketua Kelas X IPS 2 Ammar Mandiri Lubis.
"Bagaimana caranya pak agar jalan menuju sekolah saya di Lido itu dapat diperbaiki? Karena kondisinya cukup parah dan menyulitkan kami ke sekolah," kata Ammar.
Menjawab itu, Fikri juga mengaku tidak tahu banyak. Sebab, seharusnya, yang lebih berkompeten untuk menjawab adalah anggota Komisi V yang menangani infrastruktur.
"Namun, kalau kerusakan jalan itu ada di dapil saya di Kota dan Kabupaten Tegal, serta Kabupaten Brebes, saya bisa mengupayakannya untuk diperjuangkan di rapat badan anggaran," kata mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dua dari 2004 hingga 2014.
Senada, anggota Komisi X DPR RI Mustafa Kamal berharap dari adanya kunjungan ini, akan lahir pemimpin-pemimpin muda yang cerdas yang tidak belajar dari buku tapi juga dari pengalaman masa lalu.
"Dengan adanya kunjungan ini, adik-adik bisa melihat langsung proses pembuatan kebijakan. Harapannya, semoga Ananda dapat mempersiapkan diri, membangun leadership tidak hanya dari text book, tapi juga belajar dari masa lalu," kata Mustafa Kamal.
Kunjungan siswa diterima oleh Fraksi PKS dalam rangka Hari Aspirasi yang rutin diselenggarakan tiap hari Selasa. Selain dari SMA IT Al-Kahfi Bogor, Fraksi PKS juga terima aduan dari Aliansi Buruh Migran Internasional UNIMIG tentang gaji empat bulan yang belum dibayarkan kepada 3000 orang TKI di Arab Saudi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Gimana Caranya agar Cushion Tidak Oksidasi saat Make Up? Ini Tips dari MUA Profesional
-
Ditanya soal Isu Surpres Pergantian Kapolri Listyo Sigit, Mensesneg: Hah? Kata Siapa?
-
War Tiket Upacara HUT RI di Istana: Menonton Pesta di Tengah Jeritan Rakyat
-
Rokok Tak Tergoyahkan Meski Beras Mahal, Bansos Bisa Jadi Sia-sia
-
ARRC Mandalika Memanas! Misi Pembuktian Pembalap Cedera dan Ambisi Besar Pasukan CBR Series
-
Mirip-mirip Kantor PSSI Era Jokdri, Kantor KFA Digerebek Polisi Usut Dugaan Nepotisme
-
Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Bantah Isu Pemalsuan Segel, Kuasa Hukum Tergugat Sebut Sertifikat Lahan Kencana Sah Lewat PTSL
-
Bukan Begal! Viral Video Penangkapan di Bandar Lampung Ternyata Kasus Kotak Amal
-
Struktur Ombudsman RI Masih Pincang, Menanti Kepemimpinan Perempuan Demi Demokrasi yang Inklusif