Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mendarat di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk melanjutkan perjalanan ke Bima dalam rangkaian acara kunjungan kerja.
Presiden tiba di Bandara Internasional Lombok sekitar pukul 11.00 WITA, dan melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat terbang CN-295 milik TNI AU ke Bima.
Rencananya Presiden akan menunaikan ibadah salat Jumat di Masjid Al Hidayah Kota Bima. Usai shalat, Jokowi akan meresmikan Pasar Raya Amahami di Kota Bima pada Jumat (29/4/2016) siang.
Rencananya nanti sore, Presiden akan melanjutkan kunjungan kerja ke Jayapura, Papua, untuk meresmikan pertandingan sepak bola Indonesia Soccer Championship 2016 di Stadion Mandala.
Turut dalam rombongan sejumlah menteri antara lain Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perdagangan Thomas Lembong serta Menteri Pemuda dan Olah raga Imam Nahrawi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Sambut Prabowo di Lampung, 30 Mahasiswa Berencana Gelar Aksi Jahit Mulut
-
Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI
-
CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai
-
Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm
-
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut
-
Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan
-
DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan
-
Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia
-
Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan
-
Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus