Suara.com - Pasangan ganda [putri Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda, akhirnya harus gagal mencapai harapan mereka untuk tampil di final Kejuaraan Bulutangkis Asia 2016 di Wuhan, Cina.
Hal itu terjadi setelah dalam laga semifinal yang ternyata juga jadi pertandingan terlama sepanjang sejarah, Greysia/Nitya takluk di tangan ganda putri Jepang non-unggulan, Naoko Fukuman/Kurumi Yonao. Greysia/Nitya yang menduduki unggulan ke-3, kalah dengan skor 13-21, 21-19 dan 24-22.
Yang menjadi catatan penting adalah bahwa saking ketatnya, laga semifinal ini memecahkan rekor sebagai pertandingan bulutangkis resmi terlama sepanjag sejarah. Situs Tournament Software BWF mencatat pertandingan mereka berlangsung selama 161 menit atau 2 jam 41 menit.
Sementara, berdasarkan catatan sejauh ini, pertandingan terlama sebelumnya tercatat terjadi di ajang Denmark Open tahun 2008 lalu, antara Larse Paaske/Jonas Rassmusen melawan Chris Adcock/Robert Blair. Dalam laga selama 2 jam 35 menit itu, Paaske/Rassmusen menang atas Adcock/Blair dengan skor 21-14, 16-21 dan 21-17.
Laga antara Greysia/Nitya vs Fukuman/Yonao sendiri memang berjalan ketat, terutama di game kedua dan ketiga. Setelah Greysia/Nitya sukses memenangi game pertama, tampaknya pasangan lawan berusaha bangkit dan bermain lebih all-out, hingga mampu menang dengan skor ketat 21-19 di game kedua. Lantas di game ketiga, setelah saling kejar angka bahkan hingga tiga kali deuce, Fukuman/Yonao pun menuntaskan laga dengan skor 24-22.
Pasangan Jepang tersebut di final besok akan berhadapan dengan rekan senegaranya yang adalah juga unggulan teratas, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Di laga semifinal yang digelar lebih awal, Matsumoto/Takahashi sukses melaju ke final dengan mengalahkan pasangan Korsel, Chang Ye Na/Lee So Hee, dengan skor 21-16 dan 21-19 dalam waktu 1 jam 4 menit.
Dengan demikian, Indonesia akhirnya dipastikan hanya bisa berharap meraih gelar dari pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Tampil lebih awal hari ini, Owi/Butet, panggilan akrab mereka, memastikan ke final setelah mengalahkan pasangan non-unggulan asal Korsel, Shin Baek Cheol/Chae Yoo Jung, dengan 21-16 dan 21-13.
Di final besok, calon lawan Owi/Butet yang pada ajang ini menjadi unggulan kedua, tak lain adalah unggulan teratas Zhang Nan/Zhao Yunlei. Ganda campuran Cina itu sebelumnya di semifinal juga menang atas unggulan ke-4 asal Korsel, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na, dengan skor 21-19 dan 21-11. [BWF]
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Kasus Roy SuryoDokter Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
-
Ancaman Donald Trump Dibalas, Iran Siapkan Angkatan Bersenjata di Garis Depan
-
Pengamat Sebut Masa Depan Politik Gibran Sangat Bergantung pada Pengaruh Jokowi
-
Pemadaman Listrik Berakhir! PLN Umumkan Pasokan Mulai Stabil
-
Polisi Siagakan 3.761 Personel Gabungan untuk Amankan Aksi di Monas dan Gedung DPR
-
Richard Muljadi Ditangkap Kasus Apa? Cucu Konglomerat Buronan Kejaksaan Terancam 8 Tahun di Bui
-
Aduh! Perdamaian AS - Iran Terancam Beratakan karena Ancaman Donald Trump
-
Jakarta HUT ke-499, Gubernur Soroti Masalah Sampah di Tengah Perayaan di Monas
-
Mantan Presiden Timor Leste Francisco Guterres Meninggal Dunia Setelah Jalani Perawatan Intensif
-
Makin Memanas Jelang Muktamar Ke-35! Cak Imin Minta Oknum yang 'Main-main' di NU Segera Didepak