Suara.com - Pemerintah Filipina melalui Menteri Luar Negeri Jose Rene D Almendras menyampaikan pujian atas upaya pemerintah Indonesia membebaskan 10 WNI yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina Selatan.
"Kami memuji pemerintah Indonesia dan komitmen personal Menteri Luar Negeri Retno Marsudi serta Presiden Joko Widodo dalam upaya mereka untuk membebaskan para sandera," kata Menlu Filipina Almendras di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (4/5/2016).
Pernyataan tersebut disampaikan Almendras dalam pernyataan pers bersama Menlu Retno Marsudi setelah melakukan pertemuan bilateral di Gedung Pancasila.
Menurut Menlu Filipina yang baru dilantik awal 2016 tersebut, masyarakat Indonesia perlu tahu bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan yang terbaik untuk 10 sandera WNI yang telah dibebaskan pada 1 Mei lalu, dan saat ini sedang melakukan upaya yang sama kerasnya untuk membebaskan empat sandera lainnya yang masih ditahan kelompok bersenjata.
"Kami berharap pembebasan sandera lainnya juga dapat segera terjadi, tetapi tanpa kebulatan tekad dari keterlibatan pemerintah Indonesia, dari Menteri Luar Negeri Ibu Retno dan Presiden (RI), hasil yang bagus tidak akan tercapai," kata dia.
Sebelumnya dalam pertemuan bilateral, Menlu Filipina dan Indonesia telah membicarakan kerja sama kedua negara dalam berbagai bidang, antara lain tentang perundingan delimitasi batas landas kontinen, ekonomi dan perdagangan.
Terkait delimitasi batas landas kontinen, kedua menlu sepakat untuk segera mengadakan pertemuan teknis bersama guna mendorong kelanjutan pembicaraan yang terakhir dilakukan di Bali pada Oktober 2014 lalu.
Kedua menlu menggarisbawahi pentingnya relevansi Konvensi PBB tentang Hukum Kelautan (UNCLOS) 1982 bahwa landas kontinen antara negara-negara yang pantainya berseberangan atau berdekatan seharusnya menetapkan batasnya melalui kesepakatan berdasarkan hukum internasional untuk mencapai solusi yang adil.
Di bidang ekonomi dan perdagangan, Indonesia dan Filipina telah menikmati hubungan bilateral yang stabil dengan nilai perdagangan mencapai 4,6 miliar dolar AS pada 2015 atau meningkat dari tahun 2014 yang sebesar 4,59 dolar AS. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman
-
Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
-
10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia
-
Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube
-
Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya
-
Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
-
5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok
-
Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X