Suara.com - Polisi belum mengantongi identitas peneror Ketua Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Daerah A. M. Fatwa melalui pesan singkat. Sampai sore ini, polisi belum mau menjelaskan motif kasus tersebut.
"Pada intinya (agar Fatwa) tidak ikut campur terhadap kegiatan beliau akhir-akhir ini, saya tidak bisa lebih detail menyampaikan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono di Polda Metro Jaya, Senin (9/5/2015).
Untuk mendalami kasus tersebut, sebelumnya kepolisian telah memeriksa Fatwa sebagai pelapor.
"Benar beberapa hari yang lalu bapak AM Fatwa telah melaporkan ancaman yang ditunjukkan beliau melalui SMS dan telepon, SMS dibaca beliau dan telepon melalui ajudannya, kepada Fatwa sudah kita periksa," kata dia.
Polisi juga akan memeriksa ajudan Fatwa. Ajudan diperiksa lantaran juga menerima ancaman.
"Ajudannya kita jadwalkan akan panggil hari ini. Kita lakukan gelar perkara dan kumpulkan bukti buktinya baru kita naikkan ke penyidikan," kata Awi.
Fatwa melapor ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana ancaman teror melalui media elektronik pada Sabtu (7/5/2016) kemarin
"Saya menerima SMS ancaman dari nomor (telepon selular) yang tidak dikenal," kata Fatwa kepada wartawan.
Ancaman yang yang dikirim melalui telepon selular nomor 08589259xxxx berisi tulisan "SAMPAIKAN KE FATWA JANGAN URUS ORANG LAIN URUS AJA KELUARGAMU KALO MAU SELAMAT."
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat