Suara.com - Direktur Properti Legal PT Agung Podomoro Land Herijanto Widjaja Lowardi membantah tudingan jika pihaknya telah memberikan uang ke Pemprov DKI Jakarta untuk menggusur bangunan liar di kawasan Kalijodo. Dana itu sebagai balas jasa memuluskan izin proyek reklamasi Teluk Jakarta.
"Nggak ada, siapa yang mengatakan itu?" kata Heri saat ditemui di gedung KPK, Kamis (12/5/2016).
Menururnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga telah mengklarifikasi soal rumor tersebut.
"Bukannya pak Ahok sendiri mengatakan bukan. Ya memang bukan," kata dia.
Dia sendiri mengaku tidak mengetahui soal Podomoro yang disebut telah mendanai Pemprov DKI dalam penggusuran di kawasan Kalijodo.
"Saya nggak tahu, kami tidak tahu. Mungkin ditanyakan lagi saja ke pak Ahok karena pak Ahok sendiri bilang tidak ada," katanya.
Sebelumnya, Ahok mengaku heran dengan rumor yang berkembang jika ada barter antara Pemprov DKi dengan Agung Podomoro Land (Tbk) dalam penertiban kawasan prostitusi Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara.
"Mana ada barter Kalijodo sih. Makanya itu aku berita juga bingung," ujar Ahok Rabu (11/5/2016) kemarin.
Ahok menambahkan ketika diperiksa KPK kemarin, dia tidak ditanya penyidik soal soal hubungan Podomoro, pemerintah, dan Kalijodo.
"Kemarin di KPK nggak ada (pertanyaan itu). Nggak ada singgung Kalijodo," kata Ahok.
Rumor tersebut muncul setelah KPK menggeledah kantor Prodomoro pada awal April 2016. Dalam penggeledahan tersebut, KPK menemukan dokumen 12 proyek lain, baik yang sedang berjalan maupun yang telah selesai, salah satunya proyek rumah susun sewa sederhana di wilayah Daan Mogot, Jakarta Barat. Rumah susun ini, antara lain untuk menampung sebagian warga yang sebelumnya tinggal di Kalijodo.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menertibkan Kalijodo pada pada 29 Februari 2016. Untuk penertiban tersebut, Pemprov mengerahkan ribuan aparat gabungan, terdiri atas 4.000 anggota Satpol PP DKI dan 3.000 aparat kepolisian.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026