Suara.com - Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi, Lieus Sungkharisma mempertanyakan sikap anggota DPRD DKI Jakarta yang tidak bisa mengambil keputuskan untuk menggulirkan Hak Menyatakan Pendapat agar bisa menurunkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Demikian dikatakan Lieus saat berdialog antara perwakilan Aliansi Masyarakat Jakarta Utara yang melakukan aksi di depan gedung DPRD DKI Jakarta dengan Wakil Ketua DPRD DKI, Mohamad Taufik dan Sekretaris Komisi A, Syarif.
"Masa satu orang anggota dewan saja nggak bisa sih. Saya lihat Kita ini perlu bersatu. DPRD dikatain dewan perampok masa diam saja. Ahok nggak ada hebatnya kok. Hoki saja diajak Jokowi jadi wakil. Apa hebatnya?" ujar Lieus di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Jumat (20/5/2016).
Lieus menilai sudah cukup bukti dan alasan bagi DPRD DKI untuk menurunkan Ahok. Ia menyayangkan sikap 106 anggota dewan yang hanya bisa diam melihat ulah Ahok yang terus melakukan penggusuran dan cenderung menindas rakyat miskin.
"Saya pikir kalau udah jadi anggota DPRD nggak berani lawan si Ahok, ya sayang juga kayanya. Ini masalah kerhormatan lho. Ini akan jadi sejarah karena masyarakat bersama-sama jika menumbangkan Ahok," jelas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!
-
Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup
-
PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar
-
Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat
-
Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga
-
Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional
-
Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?
-
Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati
-
PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai