Suara.com - Seorang bocah yang ditinggalkan di sebuah hutan oleh orangtuanya karena bertingkah nakal, akhirnya ditemukan setelah pencarian besar-besaran yang berlangsung selama hampir sepekan. Si bocah, Yamato Tanooka ditemukan dalam keadaan hidup.
Yamato ditemukan dalam sebuah gedung di pangkalan militer Jepang yang berjarak 4 kilometer dari tempat dirinya terakhir terlihat, hari Sabtu akhir pekan lalu. Kala itu, ia ditinggalkan kedua orangtuanya di pinggir jalan tengah hutan. Tindakan itu dilakukan sebagai pelajaran supaya si anak tidak lagi melempari orang dan mobil dengan batu.
"Salah satu tentara kami sedang mempersiapkan latihan pagi ini dan membuka pintu sebuah gedung di pangkalan tersebut, dan ia (Yamato) ditemukan di situ," kata seorang anggota militer Jepang kepada NHK.
"Ketika dia bertanya 'apakah kamu Yamato?' si bocah menjawab iya. Lalu ia mengatakan dirinya lapar, maka si tentara memberinya air, roti, dan nasi," lanjutnya.
Yamato lalu dibawa ke rumah sakit untuk diperiksakan kesehatannya dan dinyatakan sehat. Hanya saja, suhu tubuhnya menurun dan disarankan menginap di rumah sakit untuk berjaga-jaga, demikian dikatakan seorang dokter dalam konferensi pers.
Sambil berderai air mata, Takayuki Tanooka, ayah Yamato, berterimakasih kepada para anggota tim evakuasi atas upaya keras mereka mencari sang anak. Ia juga meminta maaf karena sudah memicu masalah dan merepotkan banyak pihak.
"Kami merenungkan apa yang kami lakukan dan itu amat berlebihan," kata Takayuki dengan suara bergetar.
"Kami menyayanginya, namun saya harap saya bisa memberikannya perhatian lebih sekarang," lanjutnya.
Kepada polisi, awalnya Takayuki mengaku Yamato hilang saat mereka sedang mencari sayuran di hutan. Namun, belakangan mereka mengakui kebohongan tersebut. Terungkap bahwa mereka sengaja meninggalkan Yamato dengan alasan untuk mendisiplinkan sang anak.
Saat mereka kembali dengan mobil mereka, Yamato sudah tak ada lagi di tempat tersebut. Pencarian besar-besaran pun digelar di kawasan hutan yang dikenal sebagai habitat beruang itu. Ratusan orang dibantu tentara bermotor dan polisi berkuda melakukan penyisiran di hutan tersebut untuk mencari jejak Yamato.
Yang cukup mengejutkan adalah Yamato berhasil bertahan hidup selama hampir seminggu di hutan tersebut. Padahal, saat malam tiba, suhu udara bisa menurun hingga 7 derajat Celsius, kadang disertai hujan. Yamato hanya mengenakan kaos dan celana jins saat hilang.
Reuters melansir, Yamato mengaku berjalan melintasi pegunungan sampai ia menemukan gedung militer tersebut dalam keadaan tidak terkunci. Ia lalu minum air dari keran di sekitar gedung tersebut dan tidur di matras yang ia gelar di lantai.
Insiden ini juga menjadi buah bibir di media sosial. Banyak netizen yang mengkritik kedua orangtua Yamato karena bertindak ceroboh. Namun, dengan ditemukannya Yamato, semua pihak bersyukur. (Reuters)
Berita Terkait
-
8 Anak Terpisah dengan Keluarga di Malioboro, Wali Kota Jogja: Bisa Ditemukan Kurang dari 15 Menit
-
Geger Tragedi Alvaro, Aturan Lapor Anak Hilang 1x24 Jam Masih Relevan?
-
Hilang 3 Hari, Siswi SMP di Tambora Ditemukan di Banten, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Misteri Motor Trail di Tol Papanggo: 2 Bocah Ditemukan Linglung, Polisi Ungkap Kronologi Janggal
-
Terungkap! 7 Fakta Jaringan Sadis Penculikan Bilqis, Dijual Rp80 Juta ke Suku Anak Dalam
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Penembakan Pemuda Palestina di Deir Jarir Ungkap Eskalasi Brutalitas Pemukim Ilegal Israel
-
Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?
-
Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran
-
Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan
-
Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta