Suara.com - Terkait siapa kapolri yang akan datang, pengamat kepolisian Hermawan Sulistyo mengatakan sulit menebak. Hermawan mengatakan sulit membaca pilihan Presiden Joko Widodo, apakah Jenderal Badrodin Haiti akan diperpanjang masa jabatannya atau melakukan regenerasi dengan mengangkat perwira tinggi yang baru.
"Siapapun belum bisa membaca pikiran Presiden. Saya kalau ditanya juga tidak tahu siapa calon Presiden pilihan Pak Jokowi. Hanya Tuhan dan Jokowi yang tahu siapa calon kapolri," kata Hermawan di acara diskusi bertema Mencari Sosok Kapolri: Senayan vs Istana di kantor PARA Syndicate, Jalan Wijaya Timur 3, nomor 2A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/6/2016).
Saat ini nama-nama kandidat yang telah diseleksi Komisi Kepolisian Nasional sudah disetorkan ke Jokowi. Nama-nama tersebut sejauh ini belum dikirim Jokowi ke Komisi III DPR untuk dilakukan fit and proper test.
Hermawan mengatakan semua kalangan sekarang sedang menunggu keputusan Presiden Jokowi.
"Kita sama-sama tunggu saja keputusan Presiden seperti apa. Karena ini semua keputusan beliau," kata Hermawan.
Saat ini ada tujuh nama komisaris jenderal yang berpotensi menjadi calon Kapolri. Mereka adalah Sestama Lemhanas Suhardi Alius, Kepala BNPT Tito Karnavian, Kalemdikpol Syafruddin, Inspektur Pengawasan Umum Dwi Priyatno, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Putut Eko Bayu Seno, dan Kepala BNN Budi Waseso.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan