Suara.com - Anggota Satuan Polisi Lalu Lintas Jakarta Timur melakukan razia di jalur bus Transjakarta koridor 10, Jalan D. I. Panjaitan, Jakarta Timur, Senin (13/6/2016). Sejumlah pelanggar, baik sepeda motor dan mobil pribadi, ditilang.
"Kalau nggak dijaga banyak (yang melanggar). Kebanyakan roda dua, sedikit roda empat," kata Kepala unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli Satlantas Jakarta Timur, Komisaris Bustanudin I. B. di lokasi.
Hari ini, sanksi tegas maksimal diberikan bagi pengendara yang menerobos jalur bus Transjakarta, yakni denda Rp500 ribu.
Bustanudin mengatakan pelanggar yang terkena razia langsung diberi surat tilang slip biru. Selanjutnya, pelanggar harus membayar denda dengan cara transfer melalui bank.
"Sanksi langsung diberikan tilang. Kalau dari direktorat surat biru. Jadi langsung bayar tilang lewat bank," kata dia.
Bustanudin menambahkan sterilisasi busway akan dilakukan secara situasional.
Tak hanya menertibkan kendaraan yang menerobos busway, anggota Satlantas Jakarta Timur juga memberi surat tilang kepada pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, juga mobil pribadi yang memodifikasi plat nomor polisi
"Kita situasional aja. Sekarang di Utan Kayu juga sedang digelar razia," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!