Suara.com - Kontestan Formula 1, McLaren, tidak ingin tergesa-gesa mengambil keputusan terkait formasi pebalap utama musim depan. Pihak McLaren menyatakan baru akan mengambil keputusan September nanti atau kurang lebih setelah paruh musim.
Bos McLaren, Eric Boullier, mengatakan banyak yang meminta padanya untuk mengganti juara dunia F1 2009, Jenson Button, dengan pebalap muda asal Belgia, Stoffel Vandoorne. Namun demikian, Boullier kembali tegaskan baru akan umumkan keputusan pada bulan September.
"Karena kami tak ingin hancurkan musim ini, kami tak akan bicarakan (soal formasi pebalap musim depan) sebelum September," kata Boullier. "Jika kami memulai pembicaraan lebih cepat, maka itu akan membuat kepala pebalap yang ada akan panas."
Vandoorne tampil mengejutkan saat dia mencatat debutnya di F1 dengan langsung meraih poin saat balapan di Grand Prix Bahrain, 3 April lalu. Ketika itu, Vandoorne yang turun lomba menggantikan sementara Fernando Alonso yang cedera, finis di posisi 10.
Vandoorne dan McLaren pun berhak atas satu poin yang sekaligus jadi poin pertama bagi McLaren di musim ini. Vandoorne merupakan juara GP2 Series 2015 lalu yang notabene pesaing pebalap Indonesia, Rio Haryanto, di ajang yang satu tingkat di bawah F1 tersebut. (Motor Sport)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
-
Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung
-
Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!
-
Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung
-
Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat
-
HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun
-
Dianugerahi Lencana Emas di Gorontalo, Prabowo Dinilai Berjasa Bagi Petani-Nelayan
-
Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo, Pesertanya Ada yang Dibayar Rp 200 Ribu
-
DPR Apresiasi Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf