Suara.com - Pebalap Indonesia, Rio Haryanto, puas dengan hasil kualifikasi di seri kedelapan Formula 1 Grand Prix Eropa di Sirkuit Baku, Azerbaijan, Sabtu (18/6/2016). Seperti diketahui, pebalap dari tim Manor Racing itu akan start dari posisi 17 pada balapan yang berlangsung hari ini.
Hal itu setelah Rio mencatatkan waktu terbaik 1 menit 45,665 detik. Catatan itu hampir saja membuatnya lolos ke kualifikasi kedua untuk pertama kali dalam karier perdananya di ajang jet darat paling prestisius di muka bumi tersebut.
Rio hanya terpaut 0,116 detik dari pebalap di depannya dari tim Sauber, Felipe Nasr, yang menempati posisi ke-16 dan jadi batas terakhir untuk bisa tampil di kualifikasi kedua.
"Sebuah hasil kualifikasi yang baik untuk saya hari ini, jadi saya sangat senang," kata Rio, 23 tahun, seperti dikutip dari akun Facebook-nya. "Kami membuat beberapa perubahan pada mobil untuk latihan bebas ketiga yang bekerja dengan baik."
"Kami juga sangat dekat dengan Q2--kualifikasi kedua--tapi sayangnya saya hanya berhasil mencatatkan waktu untuk satu kualifikasi saja di set ban kedua dan ketika saya mencoba untuk melaju lagi ternyata ada bendera kuning," sambungnya.
Catatan waktu Rio sendiri lebih baik dari rekan setimnya, Pascal Wehrlein. Tercatat, Rio unggul 0,085 detik dari Wehrlein yang akan start dari posisi 18. Ini jadi kali keempat anak pasangan Sinyo Haryanto dan Indah Pennywati tersebut start di depan pebalap penguji tim Mercedes itu.
Kini, dia benar-benar fokus menjalani balapan yang akan berlangsung sebanyak 51 putaran tersebut. Rio sangat berharap besar bisa melebihi pencapaian terbaiknya pada balapan F1 sejauh ini, yakni peringkat 15 saat lomba di GP Monaco, 29 Mei lalu.
"Kami harus memastikan melakukan start yang baik dan kuat, balapan bersih tanpa kesalahan jika kami ingin memanfaatkan peluang. Kami akan mencoba yang terbaik dan berharap situasi berpihak kepada kami. Ini adalah momen yang bagus untuk disyukuri," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?
-
Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur
-
Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah
-
Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global
-
Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026
-
Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta
-
Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap