Suara.com - Pemerintah Turki bereaksi keras menanggapi pernyataan Paus Francis soal menuduh Turki berusaha melakukan genosida atau pemusnahan bangsa Armenia dalam Perang Salib. Hal tersebut disampaikan Paus dalam kunjungannnya ke Armenia belum lama ini.
Wakil Perdana Menteri Turki Nurettin Canikli menyayangkan pernyataan Paus yang dianggap memojokkkan. Menurutnya, Turki justru korban kebohongan sejarah yang ditulis soal Perang Salib.
Penggunaan istilah genosida yang digunakan Paus Francis dalam pidatonya ditolak Turki. Menurut Canikli, 1,5 juta orang yang tewas dalam Perang Salib di jaman Kerajaan Ottoman merupakan korban dari kedua belah pihak, bukan hanya dari bangsa Armenia.
"Semua orang tahu (pernyataan paus tidak benar). Seluruh dunia tahu, termasuk juga orang-orang Armenia," tutur Canikli.
Ini bukan kali pertama Paus Francis menggunakan istilah genosida terhadap Turki dalam Perang Salib. Tahun lalu, dia juga menggunakan istilah sama dalam pidatonya yang berbujung ditariknya duta besar Turki dari vatikan selama 10 bulan. Pemerintah Turki juga menuding Paus telah menyebar kebohongan. (The Guardian)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kelakuan Zionis! Militer Israel Tewaskan 3 Warga Gaza, Puluhan Ditangkap di Tepi Barat
-
Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia
-
Benjamin Netanyahu Koar-koar Sebut Israel Serang Iran Demi Cegah Holocaust Kedua
-
Tak Cukup Andalkan Polisi, Sosiolog Dorong Warga Jakarta Kompak Lawan Premanisme
-
Lakukan Penistaan Gegara Foto Yesus, Donald Trump Bela Diri Salahkan Media
-
Panduan Lengkap IDAI: Cara Benar Menangani Anak Tersedak dan Teknik RJP untuk Orang Awam
-
Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz: Mereka akan Rindukan Harga Bensin 4 Dolar
-
Iran Tak Kenal Kata Tunduk! Tegaskan 'Gertak Sambal' AS di Selat Hormuz Sia-sia
-
Akses Masuk Mekkah Telah Dibatasi, Hanya Pemilik Izin Resmi yang Diizinkan Jelang Haji 2026
-
KPK Temukan Dokumen 'Sakti' dari Tangan Tersangka, Nama-nama Besar Pengusaha Rokok Masuk Radar