Ribuan warga di alun-alun Pandeglang, Banten, menunggu kedatangan Presiden Joko Widodo, Senin (4/7/2016). [Suara.com/Erick Tanjung]
Kerumunan warga memadati tempat pembagian bantuan paket bahan pokok dari Presiden Joko Widodo di alun-alun Pandeglang, Banten, Senin (4/7/2016). Mereka rela berkumpul dan berdesak desakan dibawah terik matahari yang panas.
Pengamatan Suara.com di lokasi, aparat Kepolisian tampak kesulitan mengatur warga yang terdiri dari kalangan Ibu-ibu dan Bapak-bapak tersebut. Mereka menumpuk dekat tenda posko pembagian bantuan untuk menunggu kedatangan Jokowi, sehingga menghalangi jalan.
Bahkan pasukan pengamanan presiden (Paspampres) ikut turun tangan untuk meminta warga agar jangan menumpuk sehingga menutupi jalan yang akan dilalui Presiden Jokowi. Namun mereka tetap tak menghiraukannya.
"Ibu-ibu dan Bapak-bapak kami dari Paspampres, mohon kerjasamanya. Tolong bergeser ke belakang, jangan menumpuk. Sebentar lagi Presiden akan datang ke sini. Tolong kerjasamanya, semua pasti kebahagian (bantuan sembako)," kata salah seorang Paspaamres menggunakan pengeras suara.
Namun imbauan Paspampres juga tak berpengaruh. Kemudian Bupati Pandelegang, Irna Narulita pun juga ikut turun tangan dan meminta kepada warga untuk bersabar.
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat ini dalam perjalanan ke alun-alun Pandeglang setelah blusukan ke tiga titik di wilayah Kabupaten Lebak untuk membagi-bagikan sembako. Sampai berita ini diturunkan, Jokowi masih dalam perjalanan, dan warga masih menunggu kedatangan sang Presiden di alun-alun Pandegelang.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara