"Kalau denger mamanya ibunya selalu nangis dia," cerita Ramah sambil menitikan air mata.
Tak hanya itu, dirinya mengatakan pemerintah kabupaten Bekasi belum memberikan bantuan secara material kepada Indrawan. Namun dirinya mengakui mendapatkan bantuan berupa susu dan alat popok, kain selimut dari Puskemas Sukaraya.
"Bantuan pemerintah belum ada kepada cuma dari Puskesmas,"jelasnya.
Faktor Keturunan
Dilihat dari faktor keturunannya, enam saudara dari ibunya Indrawan juga mengalami kelainan yang sama halnya dengan Indrawan. Namun hidupnya tak bertahan lama seperti Indrawan yang lahir pada 23 Agustus 2007.
Tak hanya itu, kakak Indrawan juga mengalami hal yang sama seperti saudara dari ibunya yang juga memilki kelainan tulang belakang yang meninggal di usia 9 tahun.
"Anak mah ada 7, enam meninggal semua dan punya kelainan dan yang hidup normal cuma mamanya Indrawan. Kakak Indrawan juga sama,"kata Ramah.
Harapan Ramah
Ramah yang kini hidup berjuang untuk berjuang menghidupi Indrawan berharap ada tangan-tangan mulia yang memberikan pertolongan. Pasalnya dirinya ingin Indrawan bisa sembuh layaknya anak seusianya yang bisa hidup normal.
"Saya mah nggak berharap banyak, yang penting sehat Indrawan. Saya mah pengen dia bisa ngomong, bisa jalan, bisa sekolah layaknya anak normal,"paparnya.
Sementara itu, ditemui di Puskesmas Sukaraya, Jalan Raya Pilar, Desa Sukaraya, Sukatani, Kabupaten Bekasi, Kepala Puskesmas Sukaraya Heni Nurfajriah mengatakan, pihaknya telah melakukan tindakan medis kepada Indrawan.
Dari hasil medis, Indrawan mengalami kelainan pada tulang belakang saat diperiksa di RSUD Cibitung. Puskesmas Sukaraya kata Heni juga telah menyarankan agar Indrawan untuk berobat di RSCM, namun keluarga tidak menjalankan saran dari RSUD dengan alasan lokasi yang jauh.
"Puskesmas sudah tanggap kepada Indrawan.Terakhir diperiksa tahun 2014 ke RSUD, pas didiagnosa dia kena gangguan tulang belakang dan dirujuk ke RSCM. Tapi alasan keluarga jauh dan tidak ada yang menjaga di RSCM," kata Heni.
Selain itu, Heni juga membenarkan bahwa adanya faktor genetik yang dialami Indrawan.
"Itu genetik. Waktu itu kakaknya juga ada yang kaya gitu dan meninggal. Itu faktor bawaan gen,"imbuhnya.
Pihaknya mengklaim telah melakukan tindakan kepada Indrawan seperti pemberian PMT (pemberian makanan tambahan) serta merujuk untuk melakukan pengobatan di RSCM
Suara.com - "Pemberian PMT, memonitor atau pemantaun keadaan Indrawan selama tiga bulan," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD
-
Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi