Terdakwa Jessica Kumala Wongso menggaruk tangannya ketika Wayan Mirna Salihin mengalami kolaps usai meneguk Es Kopi Vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat.
Kejadian terungkap saat Jaksa Penuntut Umum memutar rekaman kamera pengintai atau CCTV di persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2016).
Dalam rekaman menunjukan pukul 17.24 WIB, nampak Jessica menggaruk tangannya sambil berdiri. Jessica juga tidak terlihat panik ketika melihat kondisi Mirna sudah tak sadarkan diri. Isi rekaman tersebut juga memperlihatkan Hanie dan beberapa pegawai Kafe Olivier membantu Mirna yang sedang mengalami kondisi kejang-kejang.
Ada yang menarik, saat rekaman CCTV memperlihatkan Jessica menggarukan tangannya, sontak keluarga Mirna langsung berteriak. Mereka mengasumsikan Jessica mengalami gatal-gatal akibat terkena racun siandia yang ditaruhkan di minuman kopi Mirna.
"Itu gatel kenapa wuuu," teriak keluarga Mirna saat melihat rekaman CCTV di dalam sidang.
Rekaman CCTV itu juga memperlihatkan ketika Mirna ditandu ke kursi roda untuk dibawa ke sebuah klinik yang berada di Grand Indonesia. Nampak, Jessica ikut membantu mengangkat ke kursi roda bersama beberapa pegawai Kafe Olivier.
Sebelum Mirna meninggal, pada pukul 17.25 WIB, Jessica juga terlihat mengambil tas berwarna cokelat dan dua paper bag yang berada di meja nomor 54 kafe Olivier.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara