Anwar alias Rizal (24), narapidana kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap siswi Madrasah, selama melarikan diri dari Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat, diketahui tinggal di hutan di kawasan Jasinga, Bogor, Jawa Barat.
"Selama melarikan diri, yang bersangkutan tidur di hutan," kata Kasubdit Resmob Direskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (14/7/2017).
Budi juga mengatakan jika lokasi persembunyian Anwar juga tidak jauh dari tempat dia melakukan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap siswi Madrasah berusia 12 tahun.
"Jarak lokasi persembunyian 5 km dari lokasi tempat pembunuhan," kata Budi.
Saat ini, polisi tengah menuju lokasi tempat persembunyian Anwar yang terdeteksi di kawasan Jasinga. Bogor. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krihsna Murti memimpin langsung operasi penggerebekan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Anwar kabur dari Rutan Salemba, Jakarta Pusat pada 7 Juli 2016 berkat bantuan dari isterinya yang bernama Ade Irma.
Dalam rekaman CCTV, dalam rekaman Anwar terlihat mengenakan jilbab berwarna hitam dan memakai kacamata sambil menggendong anak untuk mengelabui para petugas.
Polisi juga telah menetapakan Ade sebagai tersangka karena dianggap membantu kaburnya Anwat dari Rutan Salemba.
Anwar merupakan napi dengan hukuman seumur hidup. Dia pelaku pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Adinda Anggia Putri, 12 tahun, siswi Madrasah Tsanawiyah Al-Mubarak, Jakarta Pusat.
Anwar membunuh Adinda pada 22 Oktober 2015 di area Perhutani, Petak 17, Resort Pemangkuan, Hutan Tenjo, Desa Pangaur, Jasinga.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat