Suara.com - Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengutuk keras peristiwa teror truk yang terjadi di Nice, Prancis. Dalam aksi teror ini, 80-an orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.
"Saya prihatin dan mengutuk tindakan truk yang menabrak dan menewaskan 80 orang lebih ya. Terhadap semua tindakan teror, apapun tindakannya, ini adalah musuh kita semuanya. Teror dalam bentuk apapun merupakan musuh kita bersama, saya mengutuk keras teror dalam bentuk menabrakan truk di kerumunan orang," kata Abdul dihubungi, Jumat (15/7/2016).
Selanjutnya, dia mengajak, kepada dunia untuk bahu membahu agar aksi teror yang dilakukan oleh siapapun, untuk bisa diperangi. Apalagi, pelaksanaan aksi teror yang mengatasnamakan teror.
"Siapapun pelaku, apapun agamanya, saya kira tidak satu agama mengajarkan teror, saya kira ini bentuk kejahatan di luar ajaran agama," ujar Politikus PKS ini.
Menurutnya, setiap orang memiliki kebebasan namun kebebasan itu tidak boleh menabrak kebebasan orang lain. Saat kebebasan orang lain terganggu, Abdul menganggap itu sebagai bentuk teror.
"Prinsipnya ketika ada yang menabrak hak asasi orang lain, ini adalah sebuah teror yang tidak bisa ibiarkan dan dianggap ringan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC