Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto meminta pemerintah, khususnya penegak hukum, mengusut tuntas peredaran vaksin palsu. Tak hanya di Ibu Kota Jakarta dan Bekasi, tapi harus sampai ke daerah-daerah lain.
Suara.com - "Karena vaksin palsu ini telah merugikan masyarakat luas juga bisa membahayakan di kemudian hari," kata Novanto usai mengikuti acara nonton bersama film berjudul Rudy Habibie di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/7/2016).
Novanto meminta pengusutan vaksin palsu jangan hanya berhenti pada pembuat vaksin dan rumah sakit yang menggunakan, tetapi juga masuk ke ranah ada atau tidaknya kelengahan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan mitra-mitranya.
Bila ada kelengahan dari pemerintah, kata dia, harus ditindak tegas.
"Harus dilakukan dan berantas dan dipecat secepatnya," ujar Novanto.
Dalam kasus vaksin palsu, polisi telah menetapkan sebanyak 23 tersangka. Para tersangka terdiri dari pembuat, distributor, bahkan dokter dan mantan kepala rumah sakit.
Dari hasil pengembangan, aparat penegak hukum berhasil mengidentifikasi sebanyak 14 rumah sakit, delapan klinik, dan tenaga kesehatan yang mengunakan vaksin ilegal.
Saat ini, kasus tersebut terus didalami, sebab sebagian tersangka mengaku telah praktik sejak tahun 2003. (Ika Putri Indah Puspita)
Tag
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Harga Minyak Langsung Ugal-ugalan Usai Amerika Serang Iran Lagi
-
Ada Larangan Baru! Jemaah Haji Indonesia Dilarang Keluar Tenda di Jam Berikut, Ini Alasannya
-
Bencana Bukan Sekadar Takdir: Bagaimana Pemuka Agama Lintas Iman Menafsir Ulang 'Dosa Ekologis'?
-
Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar
-
Rumah di Sleman 39 Kali Terbakar, Misteri Teror Api Belum Terpecahkan Meski Gegana Turun Tangan
-
Jokowi Siap 'Turun Gunung' Lagi Demi PSI, Ini Daftar Provinsi yang Akan Segera Dikunjungi
-
Waduh! AS Ancam Bom Oman, Berpotensi Ciptakan Perang Baru
-
Polisi Usut Pelecehan Santriwati di Pekalongan, Korban Lain Jangan Takut Melapor
-
AS Serang Kota Pelabuhan Bandar Abbas Iran Dekat Selat Hormuz
-
Aturan Ketat Jakarta Soal Pengelolaan Limbah Hewan Kurban di Hari Raya