Tak puas dengan pelayanan posko pengaduan vaksin palsu yang didirikan Rumah Sakit Harapan Bunda, puluhan orangtua mulai memasuki lobi RS. Alasannya, mereka ingin membuat "crisis center" guna mengumpulkan data korban yang diduga terpapar vaksin palsu.
"Yang ada di posko RS itu pendataan untuk RS sementara kami sampai detik ini tidak melihat itikad baik RS untuk membuka data pasien," kata Audi, salah satu keluarga pasien yang diduga jadi korban vaksin palsu di RS Harapan Bunda Minggu, (17/7/2016).
Bahkan Audi menilai jika pihak RS Harapan Bunda tidak bertanggungjawab terhadap para pasien yang diduga terpapar vaksin palsu.
"Ini nggak ada otaknya. Ini bajingan semua orang rumah sakit," kata Audi.
Menurut pantuan suara.com, puluhan orangtua sangat antusias mengisi data di "crisis center" yang dibentuk Aliansi Korban Vaksin Palsu R Harapan Bunda. Selain mengisi biodata, pihak keluarga korban vaksin palsu juga diminta mengisi data imunisasi di rumah sakit tersebut serta keluhan medis secara tertulis.
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini
-
Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga
-
Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla
-
Kejagung Lelang Koleksi Harvey Moeis: Tas Mewah Hari Ini, Mobil dan Apartemen Menyusul
-
Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?
-
Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan
-
Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi