- Menteri Luar Negeri China bertemu Menlu AS di Munich, menekankan komunikasi penting untuk hubungan bilateral.
- Pertemuan ini mempersiapkan kunjungan Presiden Trump ke China yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 mendatang.
- Kedua pihak sepakat dialog lebih baik daripada konflik, fokus pada kerja sama demi kemakmuran bersama.
Suara.com - Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menekankan pentingnya mengedepankan jalur komunikasi ketimbang perselisihan dalam menata hubungan bilateral antara Beijing dan Washington.
Hal tersebut disampaikan saat melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, di sela-sela agenda Konferensi Keamanan Munich pada Jumat (13/2/2026).
Pertemuan tingkat tinggi ini merupakan langkah krusial dalam mempersiapkan rencana pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 mendatang.
Dalam pembicaraan tersebut, Wang Yi menyatakan bahwa kedua pemimpin negara telah meletakkan fondasi strategis untuk masa depan hubungan China-AS.
Ia berharap tahun 2026 dapat menjadi titik balik bagi kedua negara untuk saling menghargai dan mencapai kemakmuran bersama melalui koeksistensi damai.
"Dialog jauh lebih baik daripada konfrontasi, dan kerja sama jauh lebih baik daripada konflik," tegas Wang sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China, Sabtu (14/2/2026).
Wang juga menggarisbawahi perlunya kedua negara untuk terus memperlebar cakupan kolaborasi serta melakukan manajemen risiko terhadap perbedaan pendapat agar hubungan diplomatik tetap stabil dan berkelanjutan.
Senada dengan Wang Yi, pihak Departemen Luar Negeri AS melalui Wakil Juru Bicara Tommy Pigott mengonfirmasi bahwa pertemuan dengan Marco Rubio berjalan dalam suasana yang positif.
Rubio menekankan bahwa komunikasi yang efektif dan berorientasi pada hasil nyata sangat diperlukan untuk menyelesaikan berbagai isu, mulai dari kepentingan bilateral hingga stabilitas regional dan global.
Baca Juga: Shorts Drama China: Hiburan Instan yang Diam-Diam Menyita Waktu
Selain membahas kerangka kerja sama, kedua belah pihak secara spesifik mengoordinasikan detail rencana kunjungan kenegaraan Presiden Donald Trump ke China pada April nanti.
Di hadapan peserta Konferensi Keamanan Munich, Wang Yi menyampaikan perspektif China dalam memandang hubungannya dengan Negeri Paman Sam. Menurutnya, arah hubungan kedua negara memiliki dua kemungkinan besar:
Skenario Kerja Sama: Mencapai kemajuan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Skenario Konfrontasi: Terjadi apabila AS tetap memilih kebijakan untuk menekan dan membatasi ruang gerak China.
Wang menegaskan bahwa Beijing berkomitmen penuh pada skenario pertama demi tanggung jawab terhadap sejarah dan masyarakat dunia, namun pihaknya juga menyatakan kesiapan dalam menghadapi segala bentuk risiko yang mungkin muncul di masa depan.
"Kami sangat mengharapkan skenario kerja sama yang terjadi, tetapi kami juga telah bersiap menghadapi berbagai kemungkinan risiko," tutupnya.
Berita Terkait
-
Apri/Lanny Main Rangkap di China Masters 2026, Strategi atau Eksperimen?
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
24 Perusahaan Lolos Seleksi Tender Waste-to-Energy, Lima Diantara Asal China
-
Sinopsis Love Story in the 1970s, Drama China Terbaru Arthur Chen di WeTV
-
Jelang Imlek 2026, Stasiun Kereta Beijing Dipadati Penumpang Mudik
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian
-
Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo
-
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
Masih Layakkah Thom Haye Dijuluki The Profesor? Bung Towel Kasih Pernyataan Kontroversial
-
HUT RI, Mahasiswa UGM Turunkan Bendera Setengah Tiang: 81 Tahun Merdeka atau Menderita?
-
Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
-
Semangat Kemerdekaan, Bank Sumsel Babel Perkuat Komitmen Membangun Daerah yang Berdaulat dan Makmur
-
BMW Puncaki Daftar Penjualan Mobil Mewah Meski Pasar Premium Sedang Lesu
-
4 Rekomendasi Obat Totol Flek Hitam Paling Ampuh, Ada yang Hasilnya Kelihatan dalam 7 Hari
-
Eks Member JKT 48 Tegur Keras Anak Buah Erick Thohir: Jujur Aku Kecewa!