News / Nasional
Minggu, 15 Februari 2026 | 11:53 WIB
Penumpang bersiap menaiki Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Penumpang Whoosh melonjak selama libur Imlek, tembus 25 ribu orang per hari.
  • KCIC catat kenaikan volume penumpang Whoosh melampaui rata-rata akhir pekan normal.
  • Antusiasme tinggi, perjalanan Whoosh Jakarta-Bandung meningkat pesat pada libur panjang Imlek.

Suara.com - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatatkan lonjakan signifikan jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh selama libur panjang akhir pekan Tahun Baru Imlek. Angka penumpang dilaporkan melampaui rata-rata volume pada akhir pekan biasa.

Pada Jumat (13/2), jumlah penumpang tercatat mencapai 24.381 orang. Angka tersebut meningkat pada Sabtu (14/2) menjadi sekitar 25.700 penumpang. Sebagai perbandingan, pada akhir pekan normal, rata-rata penumpang Whoosh berkisar di angka 20 hingga 21 ribu orang per hari.

Sementara itu, untuk perjalanan pada Minggu (15/2), lebih dari 12 ribu tiket telah terjual hingga pagi hari. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah dan diprediksi akan menembus lebih dari 22 ribu penumpang dalam satu hari.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyatakan bahwa tingginya volume penumpang ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tetap terjaga selama periode libur panjang.

“Selain dimanfaatkan untuk berlibur, peningkatan perjalanan juga didorong oleh masyarakat yang menggunakan momen ini untuk bersilaturahmi sebelum memasuki bulan Ramadan. Momentum ini mendorong tingginya pergerakan penumpang antara Jakarta dan Bandung,” ujar Eva dalam keterangan resminya, Minggu (15/2/2026).

Guna menjamin kelancaran, KCIC memastikan operasional tetap berjalan aman dengan optimalisasi petugas di seluruh stasiun. Selama masa libur panjang, puluhan petugas pelayanan disiagakan untuk menjaga kelancaran arus penumpang sekaligus mempertahankan kualitas layanan.

Untuk menyemarakkan suasana Imlek, KCIC juga menghadirkan ornamen tematik di sejumlah area layanan, seperti loket, ruang tunggu, hingga di dalam rangkaian kereta dan kereta makan. Dekorasi tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan bagi penumpang.

“Ornamen tematik ini menjadi bagian dari upaya KCIC menghadirkan atmosfer stasiun dan perjalanan yang ramah serta hangat selama periode libur,” pungkas Eva.

Baca Juga: Produksi Hio Meningkat Pesat Jelang Imlek

Load More