Suara.com - Hasil kurang optimal yang diraih Valentino Rossi di dua seri terakhir MotoGP tidak membuat Michael Doohan pesimis. Legenda MotoGP itu menilai Rossi masih punya peluang menggapai impian meraih gelar juara dunianya yang ke-10 tahun ini.
Meski Rossi makin terpaut jauh, 59 poin, dari pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, yang masih kokoh di puncak klasemen sementara dengan 170 poin, namun Doohan melihat hal itu masih bisa diminimalisir defisitnya mengingat kompetisi masih menyisakan separuh musim lagi.
Di samping itu, Doohan menilai Yamaha YZR-M1 yang jadi tunggangan Rossi sangat kompetitif. Belum lagi dengan adaptasi pebalap veteran berusia 37 tahun tersebut terhadap ban Michelin yang dinilainya jauh lebih bisa menyatu ketimbang rekan setimnya, Jorge Lorenzo.
"Kesan saya adalah Lorenzo belum bisa beradaptasi sebaik Rossi dengan ban Michelin," kata Doohan, 51 tahun, juara dunia lima kali kelas 500cc. "Ini sepertinya akan jadi tahunnya Rossi. Jika Rossi bisa tetap tenang dan tidak banyak mengeluh, saya pikir dia akan punya kesempatan yang baik."
Pada seri terakhir MotoGP di Sirkuit Sachsenring, Jerman, akhir pekan lalu, Rossi finis di peringkat kedelapan. Hasil ini setidaknya mengobati kekecewaan pebalap asal Italia itu, dimana terjatuh pada seri sebelumnya di Belanda. (Marca)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden
-
33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta
-
Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!
-
Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup
-
PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar