Suara.com - Wacana penggunaan radio komunikasi seperti di arena Formula 1 pada ajang MotoGP menuai kontroversi. Pro kontra atas penggunaan alat komunikasi yang menghubungkan antara pebalap dan timnya menuai beragam komentar sejumlah pebalap top.
Marc Marquez misalnya, secara tegas menolak penggunaan radio komunikasi. Juara dunia MotoGP dua kali dari tim Respol Honda itu berkilah alat tersebut bisa mengganggu konsentrasi pebalap saat balapan berlangsung.
"Saya tidak setuju," kata Marquez. "Saya tidak bisa membayangkan akan berkomunikasi dengan mekanik saat saya sedang mengendara di tikungan. Ini tidak seperti balap mobil. Dan juga, jika Anda sudah membuat perencanaan yang bagus sebelum lomba dimulai, maka Anda harus siap dengan segala konsekuensinya."
Di lain sisi, pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, memberikan jawaban diplomatis terkait penggunaan radio komunikasi. Menurutnya, ada plus-minus yang bisa didapat atas pemakaian alat itu.
"Di satu sisi penggunaan radio komunikasi akan memudahkan untuk mengontrol situasi dan juga mungkin meningkatkan keamanan. Tapi, ini bukan F1, dan pada akhirnya, saya pikir lebih baik ajang MotoGP tanpa alat itu," jelas Dovizioso.
Sementara itu, pebalap veteran Movistar Yamaha, Valentino Rossi, jadi salah satu rider yang mendukung wacana ini. Menurutnya, hal itu bisa membantu pebalap untuk mendapatkan informasi aktual tentang balapan yang berlangsung.
"Alat itu akan membuat segalanya jadi lebih mudah. Para pebalap akan memiliki lebih banyak informasi yang tidak didapatkan dari papan di pit. Mungkin saat di Assen (Belanda), jika saja alat itu sudah digunakan, maka saya bisa menghindari kesalahan di trek itu," ujar Rossi.
Selama ini, komunikasi antar pebalap dan tim saat lomba berlangsung memang hanya bisa dilakukan lewat sebuah papan yang kerap terlihat berada di seputaran pit masing-masing tim. (GPOne)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab
-
Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi