Suara.com - Seorang pegawai negeri sipil di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terancam diberhentikan karena diketahui tiga bulan tidak masuk kerja tanpa kabar.
"Kami sudah melayangkan surat resmi kepada pihak Inspektorat untuk melakukan investigasi terhadap keberadaan PNS tersebut sebelum menjatuhkan sanksi berat," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Saimi di Koba, Minggu (25/7/2016).
Ia menjelaskan, PNS berinisial DS tersebut sebelumnya sempat dikabarkan sakit dan mengambil cuti, namun setelah masa cutinya habis yang bersangkutan juga tidak kunjung masuk.
"Yang bersangkutan tercatat sebagai PNS golongan IIIA yang ditempatkan di Sekretariat DPRD Kabupaten Bangka Tengah dan sebelumnya sudah pernah ditegur melalui surat resmi," ujarnya.
Ia mengatakan, surat dari pihak RSUD Depati Hamzah menyatakan yang bersangkutan bisa masuk kerja untuk mengerjakan pekerjaan tertentu saja, namun sejak surat itu dikeluarkan yang bersangkutan tidak pernah masuk.
"Kami juga sudah mengeluarkan surat bahwa yang bersangkutan dinyatakan bisa masuk kerja, namun sampai sekarang tidak masuk," ujarnya.
Ia mengatakan, DS sudah jarang masuk sejak 2014 namun penanganan kasus yang bersangkutan tidak tuntas.
"Kendati yang bersangkutan sudah beberapa bulan tidak masuk kerja, namun gajinya tetap jalan dan sampai sekarang kami tidak tahu di mana dia berada," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara