Suara.com - Para pemimpin komunitas Muslim di Prancis menolak untuk terlibat dan memimpin ritual pemakanan salah satu teroris yang membunuh seorang pastor di sebuah gereja Saint-Etiene-du-Rouvray, Normandia pada pekan lalu.
Adel Kermiche adalah satu dari dua pelaku penyanderaan atas lima umat gereja Saint-Etiene-du-Rouvray pada Selasa (26/7/2016) lalu. Ia menjadi algojo yang menggorok leher Romo Jacques Hamel dalam peristiwa keji itu.
Menurut seorang suster yang selamat dari penyanderaan itu, Romo Hamel yang telah berusia 86 tahun sempat ditikam di dadanya oleh Kermiche sebelum digorok di depan altar.
Mohammed Karabila, presiden asosiasi kebudayaan Muslim setempat, mengatakan bahwa dia dan para imam masjid di wilayah itu tak mau terlibat dalam ritual pemakaman Kermiche, yang dalam sebuah video telah berbaiat kepada kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah.
Karabila mengatakan keputusan itu diambil untuk menegaskan bahwa kekejian yang dilakukan Kermiche tak berhubungan sama sekali dengan Islam.
"Kami tak ingin Islam disamakan dengan orang itu. Kami tak akan berpartisipasi dalam memandikan atau pemakamannya," kata Karabila.
Keputusan Karabila diamini oleh warga muslim setempat. Khalid El Amrani, seorang teknisi berusia 25 tahun mengatakan bahwa masjid-masjid di kota itu berhak untuk menolak memakamkan Kermiche.
"Apa yang dilakukan oleh pemuda itu adalah dosa besar. Ia tak lagi menjadi bagian dari komunitas kami," tegas El Amrani.
Kermiche sendiri beraksi bersama rekannya Abdel-Malik Petitjean yang juga berusia 19 tahun. Keduanya tewas ditembak polisi dalam aksi tersebut. (CNN/Sky News)
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?