- Komisi Percepatan Reformasi Polri merekomendasikan penghapusan kuota khusus dan pelibatan pihak eksternal dalam proses rekrutmen anggota Polri mendatang.
- Ahmad Dofiri menyampaikan rekomendasi tersebut kepada Presiden Prabowo di Istana Merdeka pada Selasa, 5 Mei 2026.
- Otto Hasibuan menyoroti tingginya minat masyarakat mendaftar Polri meski institusi tersebut kerap mendapat kritik dan berbagai masalah.
Suara.com - Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Ahmad Dofiri, memastikan ihwal perekrutan anggota Polri turut menjadi bahan evaluasi dalam rekomendasi oleh komisi.
Dofiri tidak menampik adanya keluhan terkait biaya tertentu dalam proses rekrutmen Polri. Eks Wakapolri ini juga membeberkan soal kuota khusus.
"Iya, makanya kalau terkait dengan itu rekomendasinya di bidang aspek manajerial tadi. Nah kalau tadi rekrutmen gitu kan ya, sekarang ada misalnya kuota khusus itu dihapus," kata Dofiri usai konferensi pers dan menyampaikan hasil akhir komisi kepada Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dan Reformasi Kepolisian ini memastikan ke depan akan ada pihak eksternal yang dilibatkan dalam proses perekrutan anggota Polri.
"Kemudian sekarang harus menggunakan multi-aktor, panitianya itu bukan hanya dari internal Polri tapi juga dari luar Polri. Nah, rigid nanti seperti itu," kata Dofiri.
Heran Banyak Orang Daftar Polisi
Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri yang juga Wakil Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan, merasa heran karena saat ini banyak orang ingin mendaftar menjadi polisi. Padahal, di sisi lain, institusi tersebut kerap mendapat kritik dari masyarakat.
Hal itu disampaikan Otto saat konferensi pers usai audiensi bersama kelompok masyarakat dari organisasi keagamaan dan Persatuan Purnawirawan (PP) Polri, Rabu (10/12/2025).
Otto memandang keinginan mereformasi Polri muncul karena semua pihak sepakat ada persoalan di institusi tersebut sehingga perlu dibenahi.
Ia juga menyadari banyaknya permasalahan di Polri yang menjadi sebab munculnya kritik dari masyarakat. Pernyataan ini didasarkan pada aspirasi yang masuk ke Komisi Percepatan Reformasi Polri dalam sesi audiensi yang telah berlangsung selama satu bulan.
Baca Juga: Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
Namun, Otto memiliki pertanyaan berbeda. Ia melihat adanya anomali: meski banyak kritik, jumlah pendaftar Polri justru terus meningkat.
"Mereka mengatakan seperti itu yang masukan itu. Tapi saya mengatakan sebaliknya, saya berpikir, kenapa orang mengatakan benci kepada polisi, institusi polisi, tetapi semakin banyak pula orang yang pengen jadi polisi. Kan ini menjadi persoalan," kata Otto di Kementerian Sekretariat Negara, Rabu (10/12/2025).
"Berlomba-lomba orang ingin menjadi Akpol, jadi Bintara, rebutan bayar sana bayar sini. Padahal yang dimasukinnya itu adalah suatu hal yang dibenci oleh masyarakat," ujarnya.
Berdasarkan hal tersebut, Otto mempertanyakan alasan di balik tingginya minat masyarakat untuk bergabung dengan Polri.
"Sehingga kita berpikir, apakah memang mereka itu sudah menikmati tentang kebencian itu? Sudah nikmatin enggak kebencian itu? Kok sampai-sampai mereka itu enggak peduli lagi," kata Otto.
Ia juga mempertanyakan pertimbangan orang tua yang mendaftarkan anaknya menjadi polisi, apakah mereka memahami persoalan yang ada di institusi tersebut.
"Pemikiran kita adalah apakah anak-anak ini yang disetujui orang tuanya masuk kepada Akpol umpamanya, itu pada mulanya itu sebenarnya masih bersih enggak ke sana itu? Dengan pemikiran-pemikiran apa. Atau setelah dia masuk, maka dia jadi rusak? Atau sebelumnya memang pemikirannya sudah rusak karena dia ingin masuk polisi itu karena madu yang diiming-iming kalau ingin menjadi polisi, atau karena memang tadinya dia sebenarnya bagus, tapi setelah masuk jadi rusak?" tutur Otto.
"Justru institusinya membuat dia rusak, atau sebelumnya dia sudah rusak. Nah ini yang tugas berat buat kita. Yang sedang kita pikirkan secara deep ya, secara dalam, kenapa dibenci tetapi semakin banyak orang ingin menjadi polisi?" tandasnya.
Berita Terkait
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
Kapolri Segera Tindak Lanjuti Rekomendasi Reformasi Kepolisian
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai