Suara.com - Serangan bom terjadi di rumah sakit Pakistan di wilayah Quetta, Pakistan, Senin (8/8/2016) waktu setempat. Akibatnya, 45 orang tewas dan belasan lainnya luka-luka. Kebanyakan korban tewas adalah pengacara dan wartawan yang akan mengiringi jenazah Bilal Anwar Kasi, advokat ternama yang mati ditembak.
Saat ledakan terjadi, sedikitnya 50 orang-sebagian besar wartawan dan pengacara, masuk ke intalansi gawat darurat untuk menemani jenazah Bilal.
Tayangan sebuah situs televisi lokal memperlihatkan kepanikan yang terjadi pascaserangan. Asap hitam tebal memenuhi ruangan dan koridor RS.
Belum diketahui motif serangan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang klaim bertanggung jawab. Berbeda dari keterangan sebelumnya, Menteri Dalam negeri Maluchista Sarfaz Bugti mengatakan 10 orang tewas dan 30 lainnya luka-luka.
Sejak beberapa bulan belakangan, kekerasan dan aksi pembunuhan marak terjadi di Quetta. Wilayah ini diketahui merupakan basis milisi Taliban Afghanistan. Serangan diduga berkaitan dengan kematian Mullah Akhtar Mansour, pemimpin Taliban yang tewas dalam serangan drone AS di wilayah perbatasan Pakistan-Iran beberapa waktu lalu. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?
-
PBNU Tetapkan Jadwal Muktamar ke-35 Agustus 2026, NTB hingga Jatim 'Berebut' Jadi Tuan Rumah
-
Pengamat UMY Sebut Prabowo Rugi Besar Jika 'Pelihara' Homeless Media: Itu Membodohi Publik
-
Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri
-
Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol
-
Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI
-
Isu Persija vs Persib Tergusur Acara GRIB Jaya, Pramono: Saya Tidak Mau Berspekulasi
-
Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai