Suara.com - Dalam diskusi bertema Tolak Ahok, Tolak Pemimpin Kafir? yang diadakan Hizbut Tahrir Indonesia di gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2016), mantan Wakil Gubernur Jakarta Prijanto menilai Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak memenuhi kriteria sebagai pemimpin Jakarta.
Prijanto mengkritik perilaku dan kebijakan Ahok selama ini. Menurut dia, pencitraan yang berlebihan membuat publik tidak mampu melihat bagaimana sesungguhnya Ahok. Itu sebabnya, Prijanto mengajak peserta diskusi untuk memilih pemimpin yang lebih baik di masa mendatang.
"Mari kita pilih pemimpin yang tegas beneran, jujur beneran, sopan beneran, cerdas, dan beradab," kata Prijanto.
Menurut Prijanto, Ahok tidak akan terpilih di pilkada periode 2017-2022 bila masyarakat saling memberitahu bahwa selama ini Ahok hanya pencitraan.
"Kalau bapak, ibu setuju dengan ini dan menyampaikan kepada para rakyat kecil, maka insya Allah petahana tidak akan terpilih lagi. Dari lima aspek ini (tegas, jujur, sopan, cerdas, dan beradab) tidak ada satupun yang cocok dengan kriteria Ahok," kata Prijanto.
Prijanto mengatakan sebagian besar warga Jakarta rela menukar hak pilih dengan sembako. Hal ini, menurut Prijanto, menjadi tugas besar para kandidat yang nanti akan melawan Ahok di pilkada yaitu meyakinkan masyarakat bahwa Ahok bukan pemimpin yang diharapkan.
"Beberapa rakyat kecil di Jakarta, orientasinya adalah siapa yang belikan sembako. Pikirannya selalu diganggu dengan urusan perut," kata Prijanto.
Menghadapi masyarakat yang seperti itu, kata Prijanto, tidak bisa dipengaruhi dengan pendekatan konfrontatif atau menjual isu SARA, melainkan harus ada penyadaran sosial bahwa Ahok tidak seperti yang dipikirkan selama ini.
"Tidak bisa kita mengatakan kamu tidak boleh memilih orang kafir dan sebagainya. Maka kita harus memberi pemahaman yang bener kepada rakyat," kata Prijanto.
"Kalau yang dicari cuma yang beri sembako, tapi setelah itu dia merampok, bikin rumah di pinggir pantai dan sebagainya," Prijanto menambahkan.
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Ijazah Makin Tinggi, Kerja Layak Makin Langka: Siapa yang Gagal?
-
Viva Face Tonic Spirulina untuk Jenis Kulit Apa? Kenali Fungsinya agar Tak Salah Pilih
-
Promo Alfamart Terbaru 9 Agustus 2026, Ada Diskon Susu hingga Popok Bayi
-
4 Perbedaan Jam Tangan Seiko 5 dan Seiko Prospex, Bukan Cuma Desainnya
-
Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Laut Kepri, Berisi 1,3 Ton Narkoba Siap Edar
-
Pesan Tegas Sudaryono ke Kader Gerindra Semarang: Jangan Cuma Duduk di Kantor, Turun ke Rakyat!
-
10 Nakes Kena Sanksi Usai Bully Pasien BPJS di Threads, Karier Hancur Seketika
-
Indonesia-Brasil Jajaki PTA Mercosur, Pintu Masuk Produk RI ke Pasar Amerika Latin Terbuka
-
Review The Price of Confession: Kisah Misteri Gelap Penjara Korea Selatan!
-
Aturan EUDR Mengancam Kopi Indonesia? Ini Strategi Kesiapan Petani Menembus Pasar Global