Suara.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai toleransi jangan hanya dipahami tetapi juga harus dipraktikkan dan dijadikan sebagai kebutuhan masyarakat yang majemuk.
"Memelihara toleransi sangat diperlukan di dalam negara beragam, di dalam masyarakat majemuk, seperti yang kita miliki sekarang," katanya pada seminar 'Memelihara Toleransi dalam Masyarakat Majemuk' di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Rabu (10/8/2016).
Tuhan memang menciptakan manusia secara plural sehingga perlu memahami, mempraktikkan, dan menjadikan toleransi sebagai kebutuhan,tanpa mengusik akidah satu keyakinan, kepercayaan, dan agama tertentu.
"Tidak hanya antaragama, di dalam satu agama pun muncul banyak perbedaan. Untuk itu, toleransi perlu dipraktikkan secara bijaksana karena kita memang hidup di dalam masyarakat yang beragam," kata Lukman.
Rektor UKDW Henry Feriadi mengatakan universitas yang dipimpinnya memang bersemangat untuk terus menumbuhkan toleransi tanpa memandang agama, etnis, dan status.
"Sejak awal berdirinya UKDW selalu mengedepankan pluralisme. Mengembangkan teologia yang kontekstual, bukan berbasis pada Eropa, Timur Tengah maupun yang lain," kata Henry.
Koordinator seminar Wahyu Nugroho mengatakan bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sangat religius tetapi sekaligus bangsa yang menderita karena kekerasan-kekerasan bernuansa agama.
"Oleh karena itu, seminar bertujuan membangkitkan komitmen di antara kalangan beragama di Indonesia untuk setia pada panggilan kenabiannya menjadi penjaga sekaligus pemelihara toleransi dengan mengedepankan kedamaian yang menjadi sifat hakikinya," katanya.
Menurut dia, Pusat Studi Agama-agama Fakultas Teologi UKDW sebagai penyelenggara seminar ingin mengajak para peserta agar menyadari ada kekuatan politis-sosiologis yang tidak pernah bosan berusaha menghancurkan spirit toleransi masyarakat dengan isu-isu rasial maupun politis.
"Pengenalan terhadap kekuatan-kekuatan tersebut menjadi salah satu modal bagi kita untuk memutus mata rantai intoleransi," kata Wahyu. (Antara)
Tag
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Arus Balik Nataru di Daop 1 Jakarta Masih Padat, Puluhan Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Vital
-
Banjir Rob di Jakarta Utara, Pasukan Biru Kerahkan Pompa Mobile di Titik Vital
-
Tiket Kerap Ludes, TIM Umumkan Jadwal Pertunjukan dan Jam Buka Loket Planetarium Terbaru
-
Waspada! Hujan Petir dan Angin Kencang Mengancam Jakarta Siang Ini
-
Ada Penebangan Pohon, Ini Daftar Halte Transjakarta Koridor 8 yang Terdampak
-
RPI Optimistis Jenderal Sigit Wujudkan Transformasi Budaya Polri di Tahun 2026, Ini Alasannya
-
Boni Hargens: Kapolri Sukses Kawal Prabowo-Gibran, Sinyal Transformasi Budaya Polri di 2026
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Puluhan Tersangka Ditangkap di Berbagai Kota
-
Ajang 'Pajang CV' Cari Jodoh: Fenomena Cindo Match di Mall of Indonesia
-
Hujan Deras Bikin 10 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang