Suara.com - Wahyudin Anggara (19), tersangka pembunuh pengemudi ojek berbasis aplikasi di Kota Semarang menjalani delapan adegan saat rekonstruksi pembunuhan terhadap Adi Firmanto (35) tersebut.
Reskonstruksi pembunuhan warga Ngesrep Barat, Kelurahan Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang tersebut digelar di Jalan Tanggul Mas, Kelurahan Panggung Lor, Semarang Utara, Kamis.
Salah satu adegan yang dilakukan pelaku yakni saat menggorok dan menusuk korbannya hingga tewas.
Pelaku diketahui telah menyiapkan sebuah belati yang diselipkan di pinggang kirinya.
Tersangka melukai leher serta enam kali menusuk tubuh bagian belakang hingga korbannya tewas.
Setelah tewas, pelaku membawa kabur sepeda motor Jupiter MX milik korban.
Pelaku sempat kabur ke rumahnya di Cakung, Jakarta Timur, sebelum akhirnya diringkus polisi.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang AKBP Djoko Julianto mengatakan reka ualng ini sebagai bagian untuk melengkapi berkas penyidikan.
"Bagian dari penyidikan sebelum dilimpahkan ke kejaksaan," katanya.
Peristiwa pembunuhan terhadap pengemudi ojek berbasis aplikasi tersebut terjadi pada 9 Juli 2016.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Jalan Tanggul Mas, Semarang Utara. (Antara)
Tag
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara