Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku belum tahu secara langsung beredarnya isu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Archandra Tahar yang memiliki dwi kewarganegaraan.
"Saya belum tahu, saya bru dengar dari media sj. Belum denger dari yang bersangkutan," kata Tjahajo saat ditemui di acara Badan Pengawas Pemilu bertema Sosialiasi Akbar Pengawasan Pemilu Partisipatif di kawasan Car Free Day, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (14/8/2016).
Namun demikian, Tjahjo mengaku masih menunggu pernyataan Archandra agar bisa mengklarifikasi soal isu status kewarganegaraannya.
"Saya yakin beliau sudah membaca ya kita tunggu saja klarifikasi beliau," kata Tjahjo.
Sebelumnya, beredar pesan berantai di kalangan awak media yang mempertanyakan soal status kewarganegaran Menteri ESDM pada Sabtu (13/8/2016) kemarin. Sebab isi pesan elektronik tersebut menuding Archandra memiliki status kewarganegaraan Amerika Serikat.
Archanda disebut telah memeggang paspor AS saat dilantik menjadi Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said di jajaran Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Paspor AS itu diduga diperoleh Archandra setelah melalui proses naturalisasi pada Maret 2012. Isi pesan berantai itu juga menyebut jika Archandra pernah mengurus Paspor Indonesia dengan masa berlaku lima tahun melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Houston, AS pada 2012 lalu. Dengan demikian, Archandra mempunyai dua kewarganegaraan yakni Indonesia dan Amerika Serikat.
Namun hingga kini, Achandra belum memberikan pernyataan resmi mengenai beredarnya isu dwi kewarganegaraan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Pelaku Buron, Komisi XIII DPR Desak Negara Hadir Lindungi Perempuan Korban Penyiksaan di Bandung
-
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri
-
Belatung di Kepala, Oneng Murka Wanita di Bandung Disekap 3 Tahun: Jangan Beri Ampun!
-
'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur
-
Buron Sejak 2025, Bos Kresna Life Michael Steven Akhirnya Diringkus di Maroko
-
Arahan Zulhas: Sekolah Elit Tak Perlu MBG, Fokus ke yang Benar-Benar Butuh
-
Akademisi UI Soroti Penangkapan Dokter Tifa, Sebut Ada Sinyal Intimidasi ke Rektor
-
Megawati, Sinta Wahid, hingga Romo Magnis Berkumpul di Menteng, Ada Apa?
-
Viral Ajudan Danrem Lari Tanpa BIB di Jogja Marathon, Korem 072 Sebut Nomor Diduga Terlepas
-
Biar Tak Bolak-balik, Banggar DPR Langsung Getok Persetujuan Pagu Anggaran 7 Kemenko untuk 2027