Jaksa penuntut umum (JPU) batal mendatangkan Guru Besar Kriminolog Universitas Indonesia Profesor Ronny Nitibaskara, dan Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia Profesor, Dr, Sarlito Wirawan Sarwono dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, hari ini.
Awalnya Ketua Majelis Hakim Kisworo menanyakan kepada tim jaksa yang dikepalai Ardito Muwardi siapa lagi saksi ahli yang dihadirkan selain dokter forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Budi Sampurna.
"Jaksa, ada lagi saksi yang ingin dihadirkan hari ini?' tanya Ketua Hakim Kisworo dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (31/8/2016).
Namun, jaksa Meilany mengatakan jika hanya mendapatkan konfirmasi ahli yang siap dimintai keterangan dalam kasus yang menjerat Jessica Kumala Wongso hanya Budi Sampurna.
"Yang Mulia, untuk saksi yang hari ini confirm hanya ahli forensik ini (Budi)," jawab Jaksa.
Dia kembali melanjutkan jika dua ahli Sarlito dan Ronny baru bisa memenuhi panggilan persidangan pada Kamis (1/9/2016).
"Kami baru saja dapat konfimasi, untuk dua ahli Profesor Sarlito dan Ronny Nitibaskara baru bisa hadir lsok hari," katanya.
Alhasil, Hakim Kisworo akhirnya menunda sidang tersebut hingga Kamis, besok. Kemudian, Majelis Hakim lantas menutup sidang keenam belas tersebut
Dalam sidang kali ini, Budi menjelaskan soal kesimpulan dari pemeriksaan luar terhadap jenazah Mirna. Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan racun sianida seberat 0,2 miligram perliter di dalam lambung Mirna. Kesimpulan tersebut juga disesuaikan dari gejala-gejala terhadap kondisi Mirna usai meminum es kopi Vietnam yang dipesan Jessica di Kafe Olivier.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?
-
Pramono: WFH dan PJJ di Jakarta Hanya Saat Hujan Deras, Cerah Tetap Masuk Normal
-
Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua
-
"Saya Mohon Maaf," Ucapan Gibran di Tengah Duka Longsor Maut Bandung Barat
-
2 Polisi Gugur Terhimpit Truk Saat Bertugas Menuju Longsor Cisarua, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat
-
Menko PMK Pratikno Soal Longsor Bandung Barat: SAR 24 Jam Cari 83 Korban Hilang
-
Banjir Jakarta: Pramono Sebut Sebagian Sudah Surut, BPBD Ungkap 14 RT Masih Terendam 80 Cm
-
Menteri Trenggono Ikut Presiden ke London dan Davos Sebelum Pingsan, Tapi Besok Sudah Ngantor
-
KPK Bongkar Skema Pemerasan Caperdes Pati, Bupati Sudewo Ditaksir Bisa Kantongi Rp50 Miliar
-
Kronologi Menteri Trenggono Pingsan di Upacara Duka, Suara Debam Bikin Riuh