Suara.com - Komjen Budi Gunawan selesai menjalani fit and proper test sebagai calon kepala BIN di Komisi I DPR, Rabu (7/9/2016). Prosesnya berlangsung kurang lebih tiga jam.
Menurut anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan selama proses ujian berlangsung lancar.
"Kami mendengarkan visi dan misi beliau (Budi Gunawan). Kami mendengarkan program prioritas beliau, kami mendengarkan komitmen-komitmen beliau. Itu yang jadi fokus kami," kata Syarief di DPR, Senayan.
Syarif menambahkan setelah mendengarkan paparan Budi, semua fraksi langsung sepakat menganggap Budi layak memimpin organisasi intelijen terbesar di negeri ini.
"Semuanya menyepakati. Tidak ada yang salah dari paparan beliau," ujar Syarief.
Dalam ujian tadi, Syarief mengatakan Fraksi Demokrat cenderung meminta pandangan Budi mengenai akan dibawa kemana BIN nanti.
"Pertama, terkait dengan BIN ini ke depan. Kedua, ini kan rancangan UU teroris sedang dibahas. Bagaimana pandangan beliau tentang itu?" kata Syarief.
"Ketiga, bagaimana BIN ini betul-betul bisa menjalankan fungsinya, membantu pemerintah, sehingga tugas-tugasnya lebih bagus," Syarief menambahkan.
Berita Terkait
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Rocky Gerung: 'Hantu' Isu Lama Jokowi akan Terus Bayangi Pemerintahan Prabowo
-
Mahfud MD Kasih Dua Jempol untuk Prabowo: Ada Apa Ini?
-
Pengamat: Reshuffle Prabowo Tepis Bayang-bayang Jokowi dan Kirim Pesan ke PDIP
-
Reshuffle Kabinet Prabowo: Murni Evaluasi Kinerja atau Sekadar Drama Politik?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara