Partai Demokrat mengatakan, ada perbedaan antaran zaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden keenam RI dengan Joko Widodo (Jokowi) saat menjadi Presiden ketujuh dalam menunjuk menteri.
"Waktu Pak SBY, ada fit and proper test. Semua persyaratan, kesehatan, ada prosedur dan sistemnya. Lain Presiden, lain gayanya," ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan saat dihubungi wartawan, Jumat (9/9/2016).
Dia pun mengatakan, untuk mencegah kasus dwi-kewarganegaraan Arcandra Tahar, Presiden Jokowi pun disarankan melakukan perbaikan dalam hal proses seleksi calon menteri.
"Namun, itu urusan Presiden terpilih. Sebab, kalau hanya masalah administrasi, terlalu kecil, pengelolaan negara, lebih bagus bisa dipercaya rakyat lah," tuturnya.
Dia pun tidak mempermasalahkan bila Presiden Jokowi mengangkat kembali Arcandra sebagai Menteri ESDM. Urusan menteri, sambungnya, adalah hak prerogatif Presiden. Sehingga, tidak bisa diintervensi oleh siapa pun.
"Partai Demokrat juga tak akan intervensi. Tapi kita lihat nanti. Kalau terjadi pelanggaran undang-undang, berbahaya bagi Presiden," kata anggota Komisi I DPR ini.
Diketahui, Presiden Jokowi memberhentikan Arcandra dari jabatan Menteri ESDM lantaran dianggap memiliki dwi-kewarganegaraan. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai pelaksana tugas Menteri ESDM.
Kini, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia disebut telah memulihkan kewarganegaraan Indonesia Arcandra per 1 September lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
-
Pramono Anung Siapkan 25 Ruang Terbuka Hijau Baru di Jakarta
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Resmikan Taman Bendera Pusaka, Pramono Anung Janjikan RTH Jakarta Akan Bening Seperti di Korea
-
Anies Baswedan Tulis Surat Menyentuh untuk Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras
-
Jelang Idulfitri, KPK Ingatkan ASN Tolak Gratifikasi dan Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas