Suara.com - KTP Anda masih jadul alias jaman dulu banget? Masih dilaminating, yang digunting kelebihan plastik di bagian pinggirnya? Atau foto dalam kondisi blur dan tidak kelihatan jelas, dan memakai logo pemerintah daerah? Ini merupakan barang klasik, yang pantas disimpan di museum, atau ditempel di dinding, sebagai kenang-kenangan masa lalu.
Era sudah berubah. Saatnya serba digital dan serba elektronik. Jika Anda masih menggunakan KTP lama, inilah saat yang tepat untuk menggantinya. Segera urus dan ganti dengan e-KTP atau KTP elektronik. Jangan menunggu, sebab kelak akan menyulitkan.
Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah memberi bonus. Bagi warga yang akan membuat e-KTP, diberikan beberapa kemudahan.
“Satu, tidak usah memakai surat pengantar RT atau RW. Dua, tidak perlu surat keterangan dari kelurahan. Tiga, tidak perlu bongkar-bongkar dokumen untuk mencari akta lahir,” kata Dirjen Dukcapil Kemendagri, Prof Zudan Arif Fakhrulloh, Jakarta, Selasa (6/9/2016).
Menurutnya, pengurusan e-KTP cukup membawa fotocopy Kartu Keluarga (KK) ke Dinas Dukcapil manapun. Di situ, pemohon e-KTP bisa melakukan perekaman identitas diri, yang menjadi dasar pembuatan KTP elektronik tersebut.
Zudan menegaskan, langkah tersebut diambilnya, karena saat ini, semua data dan titik-titik pelayanan kependudukan sudah terkoneksi dengan data center di kantor pusat Dukcapil.
“Bawa fotocopy Kartu Keluarga ke Dinas Dukcapil manapun. Bisa diurus di mana saja, tidak harus sesuai domisili penduduk,” kata Zudan lagi.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No112 Tahun 2013, KTP non Elektronik sudah tidak berlaku lagi sejak 31 Desember 2014, sedangkan mulai 1 Januari 2015, penduduk sudah harus menggunakan KTP elektronik.
e-KTP Sudah Seperti “Nyawa”
Zudan mengingatkan, penggunaan e-KTP sangat penting, karena kelak semua pelayanan publik akan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan e-KTP.
“KTP seperti 'nyawa' bagi setiap penduduk, karena segala urusan, mulai dari membuat SIM (Surat Izin Mengemudi), BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), mengurus akta nikah, semua membutuhkan data e-KTP,” kata Zudan, mengutip Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kehilangan KTP sama saja seperti kehilangan nyawa. KTP kadaluwarsa sama dengan tua.
Berdasarkan catatan, saat ini ada 92 lembaga pemerintah dan swasta yang sudah menggunakan data e-KTP dan NIK untuk layanan publik. Untuk itu, pemerintah mengambil langkah tegas melakukan pembaruan database kependudukan, khususnya tentang jati diri penduduk Indonesia.
“KTP elektronik juga mencegah kepemilikan KTP ganda atau KTP palsu, yang bisa disalahgunakan. Dengan demikian, akurasi data penduduk presisi dan dapat digunakan untuk beragam kepentingan, khususnya pelayanan publik dan perencanaan pembangunan,” ujar Zudan.
Baru Terealisasi 88% Penduduk
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Profil Julita Rista Lestari, Pemimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
-
Review Juvenile Justice: Ketika Usia Menjadi Tameng bagi Pelaku Kejahatan
-
Rezeki Lancar, 3 Zodiak Ini Diprediksi Finansialnya Makin Hoki pada 17 hingga 23 Agustus 2026
-
35 Link Twibbon HUT ke-81 RI Terbaru dan Gratis, Tinggal Pasang Foto untuk 17 Agustus
-
Sensasi Balap Honda Vario Evo 160 Warnai Kemeriahan AHDC Purwokerto
-
Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Gempa NTT
-
Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'
-
Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri
-
Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter
-
HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol