Suara.com - Seorang peternak asal Dukuh Ngacan Desa Sonokerto, Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali tidak mengetahui jika sapi jenis jawa super terbesar miliknya yang dijual untuk kurban di Solo, ternyata dibeli Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Saya tidak tahu jika sapi saya dengan berat 1,2 ton ini, yang rencana untuk hewan kurban ternyata pembelinya utusan dari Bapak Presiden Jokowi," kata Bagong (47) warga RT 4 RW 5 Dukuh Ngacan, Sobokerto Boyolali, Jumat.
Menurut Bagong sapi ternaknya tersebut berusia sekitar empat tahun dengan berat hidup 1,2 ton jarang ditemui di Kota Solo.
Menurut dia, ternak sapi jenis jawa biasannya memiliki berat sekitar 800 kg ke bawah, tetapi sapinya ini, beratnya hingga lebih dari satu ton sangat luar biasa.
"Saya tidak tahu, ada seseorang yang menemui saya untuk mencarikan sapi yang beratnya di atas 850 kg untuk kurban. Saya kemudian memperlihatkan sapi yang punya berat 1,2 ton dan mereka membelinya," kata Bagong.
Bagong mengaku kaget saat mengetahui orang yang membeli tersebut ternyata utusan dari Presiden Jokowi untuk dibagikan kepada masyarakat Solo saat kurban.
"Saya sempat kaget karena sapi dibeli oleh Pak Jokowi," kata Bagong.
Warsinem (45) istri Bagong mengatakan, sapi tersebut sudah sekitar 1,5 tahun mereka pelihara. Sapi itu, dibeli dari daerah Prambanan Klaten, dengan harga Rp33 juta saat itu.
"Saya sudah memelihara selama 1,5 tahun dengan memberikan makanan seperti ternak lainnya yaitu singkong, rumput gajah dan jerami setiap hari. Sapi ini, sekarang gemuk dan laku dengan harga Rp70 juta," kata Warsinem dengan senang hati.
Bahkan, Warsinem merasa bangga sapi peliharaannya dibeli oleh Presiden untuk kurban.
"Saya tidak tahu, sapinya ternyata yang beli Bapak Jokowi," kata Warsinem.
Menurut dia, sapi tersebut sudah dibayar dan rencana akan diambil di rumahnya, pada Minggu (11/9), untuk kurban melalui Mesjid Agung Solo.
Joko Loreng salah satu relawan Jokowi, membenarkan bahwa sapi tersebut dibeli oleh Presiden Jokowi dan akan dibagikan ke masyarakat Solo, melalui Mesjid Agung saat Hari Raya Idul Adha mendatang.
"Kami diminta untuk mencarikan ternak sapi untuk kurban dari utusan Pak Jokowi, yang beratnya di atas 850 kilogram. Namun, Kami menemukan sapi seberat 1,2 ton ini, milik warga Desa Sobokerto Boyolali," kata Joko Loreng anggota relawan Semut Ireng.
Menurut dia, sangat jarang sapi jenis jawa yang memiliki berat hingga 1,2 ton ini, dan diduga hewan ternak paling besar untuk kurban di Kota Solo.
Tumar salah satu pedagang sapi di Boyolali, mengatakan, harag sapi untuk kurban di Boyolali, saat ini, berkisar antara Rp27 juta per ekor hingga Rp30 juta per ekor tergantung ukurannya.
"Sapi jenis jawa super seberat 1,2 ton itu, luar biasa dan jarang ditemukan. Jika jenis luar negeri banyak, tetapi yang jawa jarang sekali," kata Tumar. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
KPK Dalami Dugaan Suap Rp21 Miliar Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
-
Datang ke Jakarta Fair Bisa Sekalian Bayar Pajak Kendaraan, Begini Caranya
-
Jangan Tergiur SIM Instan! Korlantas: Hanya Polri Institusi Sah Terbitkan Izin Mengemudi
-
Viral Tawuran Berujung Curanmor di Karawang: Satu Pelaku Ditangkap, Polisi Buru Komplotan Lain
-
Alasan Elza Syarief Bela Gratis Lalu Tinggalkan Eks Wakil BGN di Kasus Korupsi MBG
-
Mal Jakarta Mulai Sepi, Kunjungan Turun 10 Persen Akibat Daya Beli Masyarakat Melemah
-
Gempa di Palu, Gubernur Sulteng Minta Rumah Sakit Siaga hingga Siapkan Tempat Pengungsian
-
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, Sejumlah Bangunan Rusak
-
Ngeri! Bawa Bom Molotov Buat Tawuran, 18 Remaja di Bekasi Diciduk Brimob
-
Mengejutkan! India Blokir Telegram, Ada Apa?