Suara.com - Pengacara tersangka AJS, Bambang Sunaryo, membantah AJS menjadi dalang di balik aksi penyanderaan terhadap keluarga mantan petinggi Exxonmobil, Asep Sulaiman, di Jalan Bukit Hijau IX, nomor 17, Pondok Jakarta Selatan, Sabtu (3/9/2016) lalu.
Bambang juga menegaskan peristiwa itu bukan bermotif perampokan. Kedatangan AJS ke rumah Asep, kata dia, lantaran memiliki permasalahan pribadi dengan Asep.
"Ini bukan perampokan. Ada urusan privacy. Karena AJS dengan ibu E (istri Asep Sulaiman) ada hubungan pekerjaan," kata Bambang di Polda Metro Jaya, Jumat (9/9/2016).
Mengenai urusan pribadi apa sehingga AJS dan teman-temannya masuk rumah Asep, Bambang tak mau membeberkan kepada wartawan. Dia meminta wartawan menanyakan langsung kepada keluarga Asep.
"Silakan konfirmasi ke AS (Asep Sulaiman) dan istri. Nanti penyelidikan kenapa AJA bawa S dan rekan lainnya. Bapak AS pernah telepon ke istri AJS bilang 'tidak usah khawatir ini masalah bisa diselesaikan secara kekeluargaan.' Kurang lebih masalah dari dua tahun. AJS, AS dan istri saling kenal. AJS dan AS kenal 2010. Kalau AJS dan istri AS kenal dari dua tahun lalu," kata dia.
Bambang menekankan AJS pernah menjadi pengawal Asep saat masih bekerja sebagai petugas pengamanan Exxonmobil.
"AJS pernah ngawal korban," katanya.
Bambang mengatakan kalau hari itu AJS merampok tentu tidak selama itu berada di rumah Asep. Kalau merampok, kata dia, tentu juga AJS tidak salat berjamaah di rumah tersebut.
"Kalau perampokan tenggat waktu 5-20 menit. Tapi ini sekian jam. Mereka ada komunikasi dengan AS. Ada komunikasi dua arah seperti alat bareng. AJS secara ekonomi cukup," kata Bambang.
Dalam kasus tersebut, polisi telah menetapkan empat tersangka. Mereka adalah AJS, S, RH, dan SAS.
Para tersangka dijerat Pasal 365 KUHP, Pasal 363 KUHP tentang Perampasan Hak Kemerdekaan Seseorang serta Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api. Mereka terancam pidana penjara maksimal seumur hidup.
Polisi juga masih mencari lelaki berinisial C yang diyakini ikut terlibat.
Tag
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra