Suara.com - Gubernur Institut Pemerintahan Dalam Negeri Ermaya Suradinata mengungkapkan banyak pejabat tinggi memohon untuk meloloskan anaknya dalam penerimaan menjadi praja IPDN, tetapi ditolak.
"Ada pejabat tinggi," kata Ermaya saat ditanya wartawan terkait ada atau tidak pejabat meminta anaknya diloloskan menjadi praja IPDN usai pengukuhan 897 Muda Praja IPDN di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu.
Ia mengatakan pejabat yang menjadi teman dekatnya juga pernah meminta untuk melancarkan proses penerimaan masuk IPDN, tetapi ditolak karena sistem penerimaan melibatkan berbagai instansi termasuk diawasi Komisi Pemberantasan Korupsi.
Akibat tidak bisa membantu permintaannya itu, kata dia, hubungan sebagai teman jadi kurang baik.
"Ada juga teman dekat saya yang selama ini baik-baik menjadi tidak baik juga ada, walaupun teman baik tapi saya tidak bisa menolong," katanya.
Ia menyampaikan bagi yang tidak lolos proses penerimaan masuk IPDN agar dapat mengikuti kembali tahun depan.
"Kami tidak bisa mengurangi ataupun menambah," katanya.
Ia menjelaskan perekrutan diberlakukan sistem komputerisasi, tidak sepenuhnya diselenggarakan IPDN, tetapi melibatkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Badan Kepegawaian Nasional termasuk mendapatkan pengawasan dari KPK.
Selain perekrutan secara online, kata dia, meliputi juga tes administratif, kompetisi dasar, psikologi dan kesehatan dengan hasil kelulusan langsung diberitahukan kepada peserta.
"Sudah terpantau oleh masyarakat dan yang bersangkutan sudah tahu lulus dan tidak lulus, kalau ada pihak lain yang ingin meluluskan itu tidak bisa kita bantu," katanya.
Ia menambahkan perekrutan praja IPDN dengan sistem seperti itu merupakan bukti bahwa proses seleksi tidak ada pihak yang mengintervensi.
Selama penerapan sistem perekrutan itu, kata Ermaya, lembaga yang dipimpinnya selama dua tahun itu mendapatkan penilaian tertulis dari KPK sebagai penyelenggaran pemerintah yang baik dan bersih.
"Kami dapat penghargaan dari KPK secara tertulis yang menyatakan, memberikan apresiasi penerimaan IPDN tidak terlibat dalam kesalahan," katanya. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan
-
Soal Video Amien Rais yang Singgung Teddy Hilang di YouTube, Ketum Partai Ummat: Tanya Pemerintah
-
Amien Rais Santai Bakal Dipolisikan, Ketum Partai Ummat: Hukum Jangan Jadi Alat Pukul Politik!
-
Kritik Penanganan Kasus Andrie Yunus, Megawati: Kok Masuknya ke Pengadilan Militer? Pusing Saya