Calon wakil gubernur petahana Djarot Saiful Hidayat akan menjadikan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia sebagai masukan untuk menghadapi Pilkada Jakarta 2017. Dalam survei LSI bulan Oktober ini menunjukan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot ungul tipis dari dua penantangnya.
"Seneng kita. Bisa jadi bahan evaluasi. Survei-survei gratis itu kan, kami kan nggak ada survei, kami nggak pernah melakukan survei, karena survei bayar mahal," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/10/2016).
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Keanggotaan dan Organisasi ini menjadi semangat menghadapi Pilkada Jakarta 2017, khususnya untuk bersaing dengan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
"Jadi tahu juga (kekuatan kita dari survei LSI) kita seneng banget, justru dengan begitu kita jadi tambah semangat, semakin kerja fokus untuk menang," kata Djarot.
Mantan Wali Kota Blitar ini tidak mempermasalahkan apabila dalam hasil survei pasangan yang sudah diusung empat parpol, Nasdem, Hanura, Golkar dan PDI Perjuangan ini kalah.
Djarot mengingat pada Pilkada 2012 ketika pasangan Joko Widodo dan Ahok tidak diungguli dalam survei namun bisa mengalahkan calon petahana ketika itu.
"Dikalahin dalam survei juga nggak apa, lha survei aja lho. Kan belum tentu sesuai kenyataan. Masa tidak inget tahun 2012," katanya.
Diketahui, dalam survei LSI yang dilakukan pada 28 September - 2Oktober 2016 ini menyatakan pasangan Ahok-Djarot masih unggul dari dua pasangan penantangnya. Ahok-Djarot memperoleh 31,4 persen responden, Anies-Sandiaga 21,1 persen, dan Agus-Sylvi 19,3 persen.
Walaupun pasangan Ahok-Djarot masih berada di paling atas, peneliti senior LSI, Adjie Alfaraby, mengatakan posisi petahana dalam keadaan rawan. Sebab, mereka unggul tipis dari lawan-lawannya. Ahok-Djarot hanya unggul sekitar 10 persen dibanding dua pesaingnya, Agus-Sylviana dan Anies-Sandiaga.
"Itu angka yang tidak aman karena selisihnya di bawah 20 persen. Pengalaman kami, petahana itu aman dipilih lagi kalau selisihnya di atas 20 persen," kata Adjie dalam jumpa pers hasil survei terbaru LSI di kantor LSI, Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (4/10/2016).
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT