Suara.com - Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson membuat kesalahan yang cukup memalukan. Betapa tidak, Johnson tidak bisa mengeja kata “Colombia”.
Semua berawal saat Johnson memposting tweet yang isinya ucapan selamat bagi Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, atas Hadiah Nobel Perdamaian yang dianugerahkan kepadanya. Alih-alih menulis “Colombia” untuk menyebut negara yang dipimpin Santos, Johnson justru menulisnya “Columbia”, dengan “u” sebagai huruf vokal kedua.
“Saya menelepon @JuanManSantos untuk memberi selamat atas penganugerahan Hadiah Nobel Perdamaian atas upayanya mengakhiri konflik dan menciptakan perdamaian di #Columbia,” kicau mantan Wali Kota London itu di akun Twitternya.
Kicauan Johnson tersebut sempat bertahan di laman Twitternya selama 18 menit sebelum akhirnya dihapus. Namun, 18 menit adalah waktu yang cukup lama bagi netizen untuk membuat “screenshot”-nya dan menyebarkannya di jagat maya.
Sebuah kicauan lain, tentunya dengan perbaikan di bagian #Columbia, menyusul muncul. (Metro)
Berita Terkait
-
Bukan Prabowo, Pidato Presiden Kolombia Gustavo Petro Paling Keras sampai AS Walk out
-
Presiden Kolombia Bandingkan Deportasi AS dengan Nazi Jerman, Singgung Kamp Konsentrasi
-
Petro Tolak Pesawat Deportasi AS: "Migran Kolombia Bukan Penjahat!"
-
Kritik Pernyataan Menlu Inggris di X, Jubir Pemerintah Israel Akhirnya Mundur
-
Ini Dia Liz Truss, Perdana Menteri Inggris yang Baru, Simak Profilnya!
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bos Blueray Cargo Dituntut 3 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Pejabat Bea Cukai
-
Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Kasus Roy SuryoDokter Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
-
Ancaman Donald Trump Dibalas, Iran Siapkan Angkatan Bersenjata di Garis Depan
-
Pengamat Sebut Masa Depan Politik Gibran Sangat Bergantung pada Pengaruh Jokowi
-
Pemadaman Listrik Berakhir! PLN Umumkan Pasokan Mulai Stabil
-
Polisi Siagakan 3.761 Personel Gabungan untuk Amankan Aksi di Monas dan Gedung DPR
-
Richard Muljadi Ditangkap Kasus Apa? Cucu Konglomerat Buronan Kejaksaan Terancam 8 Tahun di Bui
-
Aduh! Perdamaian AS - Iran Terancam Beratakan karena Ancaman Donald Trump
-
Jakarta HUT ke-499, Gubernur Soroti Masalah Sampah di Tengah Perayaan di Monas
-
Mantan Presiden Timor Leste Francisco Guterres Meninggal Dunia Setelah Jalani Perawatan Intensif