Suara.com - Bakal calon Gubernur Jakarta dari Partai Gerindra dan PKS, Anies Baswedan, memiliki skema kredit rumah sederhana bagi warga Jakarta korban penggusuran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal tersebut akan dijalankan apabila dia terpilih menjadi pemimpin Ibu Kota periode 2017-2022.
Menanggapi hal ini, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak sependapat dengan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Ahok mengatakan warga yang kena penggusuran rata-rata memiliki pendapatan sekitar Upah Minimum Provinsi DKI sebesar Rp3,1 juta per bulan.
"Mampu nggak orang gaji Rp3 juta bayar cicil (rumah) Rp200 juta? Tanpa bunga saja nggak sanggup kok," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/10/2016).
Dalam Pilkada Jakarta 2017, Ahok dan Djarot Saiful Hidayat sudah memiliki beberapa solusi untuk warga Jakarta. Salah satunya dengan memberikan subsidi hingga 80 persen kepada warga Jakarta yang tinggal di Rumah Susun Sederhana Sewa, atau korban penggusuran pemerintah DKI.
"Makanya kami mau buat satu model yang kami subdisi habis. 80 persen lebih. Di situ anaknya dapat KJP, naik bus gratis, ada dokter macam-macam. Hanya bayar Rp5-15 ribu per hari," kata Ahok.
Kedua, pemprov DKI akan membangun rusun, dan uang sewanya seharga kos-kosan. Rusun tipe ini akan dibangun di dekat pusat transportasi seperti di atas terminal dan dekat stasiun Light Rapid Transit atau stasiun Mass Rapid Transit.
"Ini yang harga kos. Ini untuk orang nggak mampu cicil rumah, kita mau hemat waktu dia," ujarnya.
Cara yang ketiga, rusun akan diberikan bagi warga yang memiliki gaji di atas Rp10 juta. Rusun ini akan dijual Pemprov DKI laiknya rusunami. Rusunami ini selanjutnya tidak boleh dijualbelikan, sama seperti sistem di rusunawa.
"Yang ketiga ini kami lakukan tanah tidak dihitung tapi dengan catatan tak boleh jual ke orang lain, setelah 20-30 tahun harus jual lagi ke Pemda dengan harga NJOP," katanya.
Adapaun cara terakhir yang akan dilakukan oleh Ahok jika terpilih kembali ialah, akan membangun hunian seperti apartemen. Namun, sistem ini akan berlaku bagi warga yang memiliki lahan. DKI dikatakan Ahok akan meminta para pemilik lahan menjual tanahnya kepada DKI dan dibayarkan 2 sampai 2,5 kali dengan bentuk hunian.
"Jadi kalau kamu punya tanah 100 meter, kamu bisa dapat 150 atau 300 meter. Sehingga ini sertifikat atas nama kamu. Kamu boleh jual boleh sewakan ke orang lain karena kita tukar tanah," kata Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan